
Kalimantantv.net – PT Berau Coal bersama Sinar Mas Mining menunjukkan komitmen serius dalam memperkuat tata kelola hukum perusahaan dengan mengikuti kegiatan “Pelatihan Penguatan Peran Bagian Hukum dalam Implementasi KUHP dan KUHAP Tahun 2026” di Balai Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Kejaksaan Republik Indonesia. Pelatihan ini menjadi momentum penting bagi tim hukum perusahaan untuk memperdalam pemahaman terhadap regulasi pidana yang terus berkembang, sekaligus menegaskan peran strategis bagian hukum dalam mendukung kepatuhan korporasi terhadap peraturan perundang-undangan.
Selama dua hari, tepatnya pada 5-6 Maret 2026, puluhan peserta dari tim hukum perusahaan mengikuti rangkaian materi yang disampaikan oleh pengajar profesional Badiklat Kejaksaan RI. Materi mencakup perkembangan terbaru Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), tindak pidana korporasi, hingga pemanfaatan teknologi digital evidence dalam pembuktian perkara. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapan perusahaan dalam menghadapi dinamika hukum yang semakin kompleks.
Salah satu sesi yang mendapat perhatian khusus adalah penguatan karakter melalui pendekatan ESQ (Emotional and Spiritual Quotient) yang dibawakan oleh Dr. Ari Ginanjar. Menurutnya, profesional hukum tidak hanya dituntut cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual agar mampu mengambil keputusan strategis dengan penuh integritas. Sesi ini memberikan pengalaman berharga bagi peserta dalam membangun keseimbangan antara kecerdasan hukum dan keteguhan moral.

Presiden Komisaris PT Berau Coal, Edy Santoso, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan Badiklat Kejaksaan RI. “Ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi para peserta. Kami juga merasa bangga karena menjadi pihak swasta pertama yang mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung di Badiklat Kejaksaan RI,” ujar Edy. Ia menambahkan bahwa banyak hal baru yang dapat dikaji lebih dalam dari para pengajar, yang nantinya menjadi bekal penting dalam mendukung pekerjaan sehari-hari.
Selain Edy, Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan Republik Indonesia, Dr. Leonard Eben Ezer Simanjuntak, S.H., M.H., turut memberikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin. “Atas nama Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RepubIik Indonesia, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kerja sama yang telah dilakukan,” ungkap Leonard. Ia menekankan bahwa agenda ini bukan sekadar kerja sama teknis, melainkan komitmen bersama dalam membangun budaya hukum yang kuat.
Leonard juga menegaskan bahwa pelatihan ini memiliki arti penting karena untuk pertama kalinya Badiklat Kejaksaan RI menyelenggarakan program komprehensif bagi unsur korporasi di luar aparat penegak hukum. Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari upaya membangun ecosystem of legal education yang lebih luas, sehingga dunia usaha dapat berkolaborasi dengan institusi penegak hukum dalam memperkuat tata kelola korporasi.
Melalui kegiatan ini, PT Berau Coal dan Sinar Mas Mining berharap dapat terus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang hukum. Dengan bekal pengetahuan yang diperoleh, perusahaan optimis mampu memperkuat budaya kepatuhan yang mendukung operasional profesional, transparan, dan berkelanjutan. Pelatihan ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen perusahaan dalam menjalankan prinsip good corporate governance.(*)
Penulis : Suci
Editor : Arief
![]()