Internet Gratis Desa Kaltim Ditarget Rampung 2026

KALTIM, Kalimantantv.net – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menegaskan komitmennya untuk menuntaskan program internet desa gratis di seluruh wilayah pada semester pertama 2026. Dari total 841 desa yang ada, hingga akhir 2025 sudah 802 desa berhasil terpasang layanan internet. Artinya, masih ada 39 desa yang menjadi pekerjaan rumah untuk segera diselesaikan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Muhammad Faisal, menyampaikan optimisme bahwa target tersebut bisa tercapai. “Insya Allah semester pertama 2026 ini bisa kita tuntaskan. Jadi total 841 desa di Kaltim seluruhnya sudah terpasang akses internet,” ujarnya dalam konferensi pers di Ruang WIEK Diskominfo Kaltim.
Rincian capaian per kabupaten/kota menunjukkan progres signifikan. Mahakam Ulu telah menuntaskan 50 desa, Kutai Barat 167 desa, Paser 131 desa, Penajam Paser Utara seluruh desa, Kutai Kartanegara 188 desa, Kutai Timur 136 dari 139 desa, dan Berau hanya menyisakan 1 desa. Data ini memperlihatkan bahwa mayoritas wilayah sudah terkoneksi internet.
Adapun 39 desa yang masih dalam proses pemasangan tersebar di beberapa daerah. Berau menyisakan 1 desa, Kutai Barat 23 desa, Kutai Kartanegara 5 desa, Kutai Timur 2 desa, dan Paser 8 desa. Pemerintah menargetkan seluruh desa tersebut rampung dalam waktu dekat.
Faisal mengakui tantangan terbesar dalam pemasangan internet desa adalah ketersediaan listrik. “Kalau tidak ada listrik, tentu internet juga tidak bisa berjalan optimal. Walaupun ada desa yang tetap meminta dipasang dengan genset, tapi kalau genset mati, internet juga ikut mati,” jelasnya.
Sebagian desa mencoba solusi alternatif dengan memanfaatkan energi terbarukan. Tenaga surya dan tenaga air menjadi pilihan untuk mendukung operasional perangkat internet. Langkah ini dianggap sebagai solusi kreatif untuk daerah yang belum teraliri listrik permanen.
Jenis provider yang digunakan dalam program ini beragam, mulai dari fiber optik, seluler, hingga satelit. Fiber optik telah menjangkau 439 desa, seluler 131 desa, dan satelit 232 desa. “Yang paling kencang tentu fiber optik. Tapi untuk daerah terpencil, kita gunakan satelit maupun seluler,” terang Faisal.
Sejumlah penyedia layanan yang terlibat antara lain Telkom Indonesia, Telkomsel, Comtelindo, Icon Plus, Telkomsat, Basecamp, dan PSN. Faisal menegaskan, “Apapun tantangannya, tugas kami adalah memastikan seluruh desa di Kaltim terpasang internet. Ini menjadi komitmen dan target yang harus kami tuntaskan.” (*)
Penulis : Suci
Editor : Arief
![]()