MTQ KALTIM DI KUKAR JADI MOMENTUM KENALKAN DESTINASI DAN KULINER LOKAL

Kepala Bidang Pemasaran Dispar Kukar, Awang Ivan Akhmad. (Foto: KTV)
TENGGARONG – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Kalimantan Timur pada Desember 2026 menjadi peluang bagi Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) untuk memperkenalkan potensi pariwisata daerah kepada masyarakat dari berbagai wilayah.
Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar berencana memanfaatkan momentum tersebut melalui promosi digital dengan mengoptimalkan media sosial. Strategi ini dipilih untuk memperluas jangkauan informasi wisata di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
Kepala Bidang Pemasaran Dispar Kukar, Awang Ivan Akhmad, mengatakan kehadiran peserta dari 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur berpotensi meningkatkan kunjungan ke sejumlah destinasi wisata di Kukar.
Peluang tersebut juga datang dari keluarga dan pendamping peserta yang diperkirakan turut hadir untuk menyaksikan perlombaan. Kondisi ini dinilai dapat dimanfaatkan untuk mengenalkan beragam pilihan wisata selama mereka berada di Kukar.
“Pada saat MTQ, kita bisa menyebutnya sebagai wisata religi. Ada peserta dari 10 kabupaten/kota yang datang ke Kukar. Belum lagi keluarga dan orang tua peserta yang ingin menyaksikan anak-anaknya berlomba. Ini menjadi peluang untuk memperkenalkan destinasi wisata kita,” kata Awang, Senin (12/10/2026).
Sejumlah destinasi yang akan diperkenalkan melalui materi promosi di antaranya Taman Gubang, Taman Seri, dan Ladaya. Informasi tersebut diharapkan menjadi referensi bagi pengunjung yang ingin mengisi waktu di sela-sela kegiatan MTQ.
Promosi yang disiapkan Dispar Kukar tidak hanya berisi informasi objek wisata. Pemerintah daerah juga akan menyampaikan informasi pendukung perjalanan, seperti pilihan penginapan, alamat, jumlah kamar, nomor kontak, hingga tarif yang ditawarkan.
Ketersediaan informasi akomodasi dinilai penting, terutama bagi pengunjung dari luar daerah yang perlu merencanakan perjalanan dan tempat menginap sebelum tiba di Tenggarong.
Selain itu, Dispar Kukar juga akan memperkenalkan tempat makan, kuliner khas Kutai, serta lokasi untuk bersantai dan menikmati kopi. Dengan demikian, pengunjung tidak hanya mendapatkan informasi mengenai agenda MTQ, tetapi juga memiliki gambaran tentang pilihan aktivitas selama berada di daerah tersebut.
Awang menjelaskan, penggunaan media sosial menjadi salah satu upaya untuk menjangkau calon pengunjung secara lebih luas tanpa sepenuhnya bergantung pada metode promosi konvensional.
Melalui penyebaran konten digital, informasi mengenai destinasi, akomodasi, dan kuliner lokal diharapkan lebih mudah diakses oleh peserta maupun keluarga yang datang dari berbagai daerah di Kalimantan Timur.
Momentum MTQ tingkat provinsi ini pun diharapkan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi sektor pariwisata dan pelaku usaha lokal. Selain menjadi ajang keagamaan, kegiatan tersebut berpotensi memperkenalkan daya tarik Kukar sekaligus mendorong pengunjung membelanjakan uangnya di usaha masyarakat setempat.
Ke depan, optimalisasi promosi digital diharapkan menjadi salah satu cara bagi Dispar Kukar untuk menjaga jangkauan pemasaran pariwisata di tengah keterbatasan anggaran, sekaligus memperkuat pengenalan destinasi dan kuliner khas daerah kepada masyarakat luas. (ADV)
Penulis: Pradika Danang
Editor: Tio Andriano
![]()