BUPATI KUKAR JADI DOSEN TAMU DI MAGISTER ADMINISTRASI PUBLIK UNMUL

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri saat diundang menjadi pembicara dalam Kuliah Umum Fakultas ilmu Sosial dan Ilmu politik Universitas Mulawarman. (Foto: KTV)
SAMARINDA – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri menjadi dosen tamu pada Program Magister Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Mulawarman, Sabtu (10/10). Kegiatan yang berlangsung di Gedung D12 FISIP Unmul tersebut mengangkat tema Menjaga Kualitas Pelayanan Publik di Tengah Ruang Fiskal yang Semakin Terbatas.
Kegiatan ini diikuti puluhan mahasiswa dari jenjang sarjana (S1) dan magister (S2). Forum tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus diskusi mengenai tantangan penyelenggaraan pemerintahan daerah, khususnya dalam menjaga kualitas pelayanan publik di tengah keterbatasan anggaran.
Acara dibuka oleh Dekan FISIP Unmul, Dr. Finnah Fourqoniah. Sementara itu, jalannya diskusi dimoderatori Saipul Bachtiar, dosen dan akademisi FISIP Unmul yang juga dikenal sebagai pengamat politik dan kebijakan publik.
Dalam kesempatan tersebut, Aulia memaparkan strategi pemerintah daerah dalam mengelola anggaran agar efisiensi fiskal tidak mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Ia menjelaskan, Pemkab Kukar mengambil sejumlah langkah dalam menyikapi kondisi tersebut. Salah satunya dengan mempertahankan belanja pegawai, sementara efisiensi diarahkan pada belanja operasional serta optimalisasi belanja modal dan belanja barang.
“Pertama, kita tidak mengurangi sama sekali belanja pegawai. Yang kedua, kita berupaya melakukan proses efisiensi di sektor belanja operasi,” ujar Aulia di hadapan peserta.
Menurutnya, pengelolaan anggaran harus dilakukan secara cermat agar kebijakan efisiensi tidak berdampak pada pelayanan kepada masyarakat. Pemerintah daerah tetap berupaya memastikan program dan layanan publik berjalan sesuai kebutuhan.
“Kita berupaya agar pelayanan publik ini tidak terganggu dan masyarakat benar-benar merasakan hadirnya pemerintah di tengah-tengah masyarakat,” katanya.
Selain membahas pengelolaan fiskal, Aulia juga menekankan pentingnya membangun government branding atau citra pemerintah yang baik. Menurutnya, kepercayaan masyarakat menjadi salah satu unsur penting dalam mendorong keterlibatan publik dalam pembangunan daerah.
Ia menyampaikan, berbagai kebijakan dan program pemerintah perlu dikomunikasikan secara efektif agar masyarakat mengetahui langkah-langkah yang telah dilakukan beserta manfaatnya.
“Untuk membuat masyarakat terlibat dalam proses pembangunan, kita harus membangun trust kepada masyarakat. Apa yang sudah kita lakukan itu harus tersampaikan dengan baik kepada masyarakat,” ungkapnya.
Dalam kaitan tersebut, Aulia menilai insan pers memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi mengenai kebijakan dan program pemerintah kepada masyarakat.
“Kalau kita sudah bicara terkait government branding, yang punya kompetensi untuk itu adalah teman-teman jurnalis,” tuturnya.
Melalui kegiatan dosen tamu ini, mahasiswa dari jenjang S1 dan S2 mendapat kesempatan untuk mendalami perspektif praktis penyelenggaraan pemerintahan daerah, terutama dalam menghadapi tantangan keterbatasan anggaran dan menjaga kualitas pelayanan publik.
Kegiatan ini juga menjadi ruang akademik untuk mempertemukan pengalaman praktis kepala daerah dengan perspektif mahasiswa dalam memahami kebijakan publik, penentuan prioritas anggaran, serta pentingnya komunikasi pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah.
(ADV)
Penulis: Pradika Danang
Editor: Tio Andriano
![]()