
Samarinda, Kalimantantv.net — Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) semakin mantap menapaki panggung global. Berbekal posisi strategis sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), pemerintah provinsi kini menggenjot kolaborasi internasional untuk mendorong ekonomi hijau, pengembangan industri berbasis teknologi, serta peningkatan daya saing daerah.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim, Fahmi Prima Laksana, menyebut bahwa Kaltim tengah berada pada momentum emas. Minat negara-negara besar terhadap peluang kerja sama semakin melejit, terutama setelah percepatan proyek IKN menarik perhatian dunia.
“Kaltim bukan lagi sekadar pintu gerbang Kalimantan. Sekarang kita menjadi perhatian internasional. Banyak negara mendatangi kami untuk menjajaki peluang investasi, kerja sama teknologi, hingga pembangunan sektor energi bersih.” ujar Fahmi.
Menurut Fahmi, dalam setahun terakhir intensitas diplomasi ekonomi meningkat tajam. Delegasi dari Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, Singapura, hingga negara-negara Eropa datang bergantian ke Kaltim untuk mengkaji potensi kerja sama.
Mereka tidak hanya tertarik pada sektor tradisional, tetapi mulai melirik proyek energi terbarukan, manufaktur berteknologi tinggi, pengembangan pangan modern, serta industri hijau yang selaras dengan visi IKN sebagai kota masa depan.
“Kami melihat minat yang luar biasa besar pada sektor-sektor hijau. Banyak negara ingin menempatkan Kaltim sebagai mitra strategis dalam pengembangan teknologi energi dan industri rendah karbon,” tegas Fahmi.
Fahmi menilai keberadaan IKN telah membuat peta geopolitik dan ekonomi berubah. Kaltim kini bukan hanya wilayah administratif, tetapi menjadi simpul strategis hubungan internasional.
“IKN membuat Kaltim dikenal luas. Kehadiran ibu kota baru menggerakkan minat negara-negara untuk terlibat lebih jauh. Mereka melihat potensi besar, bukan hanya pada pembangunan fisik, tetapi pada ekosistem ekonomi yang sedang kita bentuk,” ungkapnya.
Kaltim diproyeksikan menjadi pusat:
– industri hijau,
– pengolahan pangan modern,
– logistik berkelanjutan,
– energi terbarukan,
– dan pusat inovasi yang mendukung ekosistem IKN.
Untuk memastikan kemitraan global berjalan efektif, DPMPTSP Kaltim memperkuat seluruh lini pelayanan investasi. Ini dilakukan melalui digitalisasi perizinan, percepatan pengurusan dokumen, hingga memastikan proses investasi berjalan transparan dan bebas hambatan.
“Kami ingin memastikan investor global merasa welcome, aman, dan yakin bahwa Kaltim adalah tempat terbaik untuk bekerja sama. Mulai dari regulasi, kepastian lahan, hingga pengawasan kami perbaiki terus,” jelas Fahmi.
Fahmi menegaskan bahwa kolaborasi global ini bukan sekadar mengejar angka investasi, tetapi memastikan dampaknya terasa bagi masyarakat. Lapangan kerja baru, transfer teknologi, penguatan UMKM, hingga modernisasi infrastruktur akan menjadi manfaat langsung yang dirasakan warga.
“Ini adalah lompatan ekonomi. Kita membangun kemitraan internasional bukan hanya untuk kepentingan proyek, tetapi untuk masa depan masyarakat Kaltim. Kami ingin perubahan yang nyata dan merata,” tutupnya(Arf/ADV/Diskominfo Kaltim)
Penulis : Arief
Editor : Rahman
![]()