DRPD Samarinda

DPRD Tanggapi Penanganan Antre Truk Parkir BBM

Kalimantantv.com – Hampir di seluruh area SPBU di Samarinda diketahui Truk masih seringkali mengantri di sembarang tempat. Persoalan ini diketahui terjadi sejak 2022 lalu. Keadaan tersebut tentu membuat masyarakat sekitar tidak nyaman. Selain karena mengganggu aktivitas warga, dampaknya juga bisa membahayakan keselamatan pengguna jalan hingga menimbulkan korban jiwa.

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Angkasa Jaya Djoerani menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan pemanggilan terhadap pengelola SPBU berdasarkan laporan masyarakat yang resah. Pemanggilan itu dilakukan karena adanya truk-truk yang mengantri dan mengganggu kenyamanan warga.

“Truk yang mengantri BBM terkadang memarkirkan kendaraannya di pinggir jalan dan dapat membahayakan pengguna jalan lainnya,” kata Angkasa.

Antrean truk parkir di sembarang tempat itu sudah sering terjadi beberapa waktu belakangan ini. Adanya korban jiwa akibat antrean truk parkir di sembarang tempat itu yang perlu dihindari. Setidaknya, Angkasa terdapat beberapa penyebab utama terjadinya antrean truk di sekitar SPBU di Samarinda.

Pertama, ketidakberfungsian aturan yang ada. Kemudian yang kedua ialah,  stok solar yang terbatas.

“Kita juga sudah meninjau di lapangan. Memang benar adanya dan terdapat aturan yang tidak berjalan sebagaimana mestinya. Antrean juga diakibatkan karena stok solar yang terbatas,” jelas Angkasa Jaya.

Kemudian diperlukan adanya kebijakan dalam penggunaan Fuel Card bagi kendaraan pengantri solar memiliki kelemahan. Karena ditakutkan fuel card ini justru menjadi celah bagi oknum-oknum tertentu. Apalagi kebijakan penggunaan Fuel Card berbeda-beda tiap daerah.

Misal, terkait pembatasan jumlah dengan maksimal pembelian sebesar 120 liter di setiap pengisian.

“Kebijakan Fuel Card bukan cuma di Samarinda. Tapi di luar Samarinda juga mengeluarkan kebijakan tersebut. Ada yang maksimal 120 liter, ada yang 200 liter. Itu juga yang menjadikan stok solar jadi langka,” kata Angkasa Jaya.

Oleh karena itu Angkasa meminta agar seluruh kebijakan tentang Fuel Card harus dapat dikoordinasikan antardaerah untuk dapat meratakan jumlah maksimal pembelian. Tak hanya itu, Angkasa Jaya juga menyatakan, terdapat celah lain yang menyebabkan kelangkaan stok solar di Kota Tepian. (ist/jw-kk)

Loading

Kalimantan TV

Kalimantantv.net Merupakan portal berita yang memberiakan informasi akurat dan terpercaya, Seputarnusantara.net tidak hanya menerbitkan portal berita online, kami juga menerbitkan buletin / tabloid mingguan yang kami rangkum dalam waktu 1 minggu terakhir.

Artikel lainnya :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CAPTCHA


Back to top button