BalikpapanKALTIMNews

DEBOEKIT RIVERSIDE RESORT INISIASI BERSIHKAN SUNGAI MANGGAR

kalimantantv – Menyusuri aliran air dengan padel dan sampan, puluhan nelayan bersama relawan menyisir tumpukan sampah plastik dan organik di sepanjang Sungai Manggar, Kota Balikpapan, Sabtu (26/9/2026). Aksi bersih-bersih yang digagas dalam rangka memperingati Hari Sungai Sedunia ini berhasil mengumpulkan lebih dari setengah ton sampah hanya dalam waktu satu jam.

Kegiatan kolaboratif ini melibatkan 22 warga dari 11 kelompok nelayan, komunitas Balikpapan Youth Spirit, hingga Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan. Dipusatkan di area Deboekit Riverside Resort, Jalan Proklamasi, aksi ini ditujukan untuk menjaga ekosistem hutan mangrove yang menjadi habitat satwa lindung seperti bekantan.

Operational Manager Deboekit Riverside Resort, Bruri Arisevano, mengungkapkan bahwa gerakan ini lahir dari keprihatinan atas tingginya volume sampah plastik di sepanjang bantaran sungai yang kini aktif menjadi destinasi wisata.

“Kami mengumpulkan para nelayan untuk melakukan kegiatan bersih-bersih Sungai Manggar bertepatan dengan Hari Sungai Sedunia. Sampah yang terkumpul tadi mencapai 548 kilogram, dan didominasi oleh sampah plastik, terutama dari kawasan sekitar Kampung Selili,” ujar Bruri.

Selain ancaman sampah, Bruri menyebut ekosistem mangrove di beberapa titik juga mulai terancam aksi penebangan liar. Ke depan, pihaknya berencana mengandeng pengurus RT setempat untuk menyediakan tempat pembuangan sampah (TPS) terpadu agar masyarakat tidak lagi menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan.

Tantangan Sampah Pesisir Balikpapan

Dukungan penuh disampaikan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan. Kepala Bidang Kebersihan DLH Balikpapan, Dody Yulianto, memaparkan bahwa Balikpapan memproduksi sekitar 500 ton sampah setiap harinya. Meski 99 persen di antaranya berhasil terkelola, masih ada sekitar 0,5 persen atau 2,5 ton sampah per hari yang belum terkelola dan berpotensi dibuang sembarangan ke pekarangan, pesisir, maupun sungai.

“Aksi ini sangat bermanfaat untuk mengurangi volume sampah di sungai, sekaligus mengedukasi masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan,” kata Dody.

Dody menambahkan, saat ini DLH menyiagakan 80 personel saban hari untuk membersihkan area pesisir. Setiap harinya, petugas menyapu hingga 9 ton sampah yang berasal dari aktivitas warga lokal maupun sampah kiriman yang terbawa arus laut dan gelombang. Pihaknya pun mengapresiasi inisiatif masyarakat dan berharap komitmen menjaga lingkungan ini dapat berlangsung secara konsisten dalam jangka panjang. (adv/tim)

Penulis : Deny Setyawan

Editor : Tio Andriano

Loading

Kalimantan TV

Kalimantantv.net Merupakan portal berita yang memberiakan informasi akurat dan terpercaya, Seputarnusantara.net tidak hanya menerbitkan portal berita online, kami juga menerbitkan buletin / tabloid mingguan yang kami rangkum dalam waktu 1 minggu terakhir.

Artikel lainnya :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CAPTCHA


Back to top button