KALTIMKukarKutai KartanegaraNews

KUKAR SALURKAN 1,65 TON BERAS UNTUK WARGA TERDAMPAK BENCANA DAN GAGAL PANEN

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kukar, Ananias, S.Hut., M.P. (foto: KTV)

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Ketahanan Pangan menyalurkan bantuan beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) kepada warga yang terdampak bencana longsor dan gagal panen akibat kekeringan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kukar, Ananias, S.Hut., M.P., mengatakan hingga saat ini total bantuan pangan yang telah disalurkan mencapai 1.656 kilogram beras.

Bantuan tersebut diberikan kepada warga di sejumlah wilayah berdasarkan jumlah jiwa yang terdampak. Salah satunya di Desa Jembayan yang sebelumnya mengalami bencana longsor.

“Yang sudah kita distribusikan itu ada 1.656 kilogram. Di Desa Jembayan yang kemarin mengalami longsor, ada 21 jiwa yang terdampak dan kita salurkan 378 kilogram,” kata Ananias.

Selain Jembayan, bantuan juga disalurkan kepada warga yang mengalami gagal panen akibat kekeringan. Di Kelurahan Timbau, terdapat 16 jiwa terdampak dengan bantuan sebanyak 288 kilogram beras.

Kemudian di Kelurahan Panji terdapat empat jiwa terdampak kekeringan yang menerima bantuan sebanyak 72 kilogram.

Sementara itu, bantuan terbesar disalurkan kepada tiga kelompok tani di wilayah Panji yang mengalami gagal panen. Sebanyak 51 jiwa terdampak dan menerima bantuan beras sebanyak 918 kilogram.

Ananias menyebut penyaluran bantuan tersebut dilakukan berdasarkan data jumlah jiwa yang terdampak. Pendataan tidak hanya mengacu pada kepemilikan KTP, tetapi juga menggunakan data dalam kartu keluarga (KK).

“Jangan sampai ada jiwa-jiwa yang terdampak tertinggal. Karena dasar penentuan pangan itu adalah cacah jiwa, berapa jiwa yang terdampak,” jelasnya.

Menurutnya, setiap warga terdampak mendapatkan alokasi 300 gram beras per hari selama 60 hari. Dengan skema tersebut, setiap jiwa memperoleh total 18 kilogram beras.

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat selama masa pemulihan setelah mengalami gagal panen maupun bencana.

“Harapannya setelah dua bulan mereka sudah bisa memenuhi kebutuhan atau bangkit lagi dari keterpurukan yang diakibatkan oleh gagal panen,” ujarnya.

Dinas Ketahanan Pangan Kukar saat ini masih melakukan verifikasi terhadap sejumlah wilayah yang mengajukan bantuan pangan akibat gagal panen.

Beberapa di antaranya Desa Loa Duri Sebrang yang dilaporkan mengalami gagal panen, Desa Sumber Sari, serta wilayah Loa Ipuh dan Jahab.

Selain itu, terdapat sejumlah desa lain yang telah mengajukan permohonan bantuan Cadangan Pangan Pemerintah. Proposal yang masuk akan ditindaklanjuti dengan verifikasi langsung ke lapangan.

Ananias menegaskan proses verifikasi diperlukan agar bantuan benar-benar diberikan kepada masyarakat yang terdampak dan sesuai dengan jumlah jiwa yang membutuhkan.

“Kita harus hati-hati sekali, karena jangan sampai ada jiwa-jiwa yang terdampak itu tertinggal,” pungkasnya. (ADV)

Penulis: Hanafi

Editor: Tio Andriano

Loading

Kalimantan TV

Kalimantantv.net Merupakan portal berita yang memberiakan informasi akurat dan terpercaya, Seputarnusantara.net tidak hanya menerbitkan portal berita online, kami juga menerbitkan buletin / tabloid mingguan yang kami rangkum dalam waktu 1 minggu terakhir.

Artikel lainnya :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CAPTCHA


Back to top button