KALTIMKukarKutai KartanegaraNews

DISNAKERTRANS KUKAR DORONG WARGA DESA BANGUN USAHA MANDIRI

Teks Foto: Saat Para peserta mengikuti pelatihan keterampilan perbengkelan. (Istimewa)

TENGGARONG — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong masyarakat di wilayah perdesaan untuk tidak hanya bergantung pada lapangan kerja formal. Salah satunya melalui program pengembangan tenaga kerja mandiri yang diarahkan untuk menciptakan usaha dan sumber pendapatan baru.

Program tersebut menyasar masyarakat usia produktif, khususnya kelompok yang berada dalam kategori desil 1 hingga 5 atau kelompok masyarakat dengan kondisi ekonomi rentan.

Terbaru, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kukar memberikan pembekalan dan pelatihan keterampilan perbengkelan kepada 10 anggota kelompok tenaga kerja mandiri di Desa Sebemban, Kecamatan Muara Wis, Rabu (30/9/2026).

Pelatihan berlangsung selama lima hari. Program serupa juga direncanakan dilaksanakan di enam desa di wilayah Kabupaten Kukar.
Kepala Disnakertrans Kukar, Dendy Irwan Fahriza, mengatakan program tersebut dirancang berbeda dengan pelatihan yang berorientasi pada penempatan tenaga kerja di sektor formal.

Menurutnya, peserta kali ini diarahkan agar mampu membangun usaha secara mandiri di sektor informal.

“Segmen yang kami sasar adalah sektor informal. Kalau pelatihan unit kompetensi yang sebelumnya, kami menyasar sektor formal atau calon karyawan. Kalau ini tujuannya menciptakan wirausaha mandiri,” kata Dendy, Kamis (1/10/2026).

Tidak hanya memberikan pelatihan, Disnakertrans Kukar juga menyerahkan sejumlah peralatan yang dapat digunakan peserta untuk memulai dan mengembangkan usaha perbengkelan.

Peralatan tersebut antara lain mesin kompresor, mesin pembuka ban, mesin bor duduk, mesin bor gantung, toolkit box serta berbagai perlengkapan pendukung lainnya.

“Selain memberikan pembekalan dan pelatihan keterampilan selama lima hari, kami juga menyerahkan bantuan alat perbengkelan. Harapannya bisa dimanfaatkan untuk usaha mandiri kelompok tenaga kerja mandiri,” ujarnya.

Dendy berharap bantuan tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan. Peralatan yang diberikan diharapkan menjadi modal awal bagi kelompok untuk membuka layanan perbengkelan sekaligus menciptakan sumber penghasilan bagi anggota.

Disnakertrans Kukar juga menyiapkan pemantauan terhadap keberlangsungan usaha penerima bantuan. Evaluasi direncanakan dilakukan pada bulan ketiga atau keempat setelah bantuan diserahkan.

“Monitoring dan evaluasi akan kami lakukan pada bulan ketiga atau keempat. Kami ingin memastikan usaha masih berjalan, alatnya masih ada, kemudian mereka melaporkan kendala dan hambatan yang dihadapi,” jelas Dendy.

Menurutnya, periode tersebut menjadi fase penting karena kelompok penerima bantuan mulai menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan usaha, salah satunya kebutuhan tambahan modal.

“Karena ini bulan-bulan krusial, apakah usahanya mau dilanjutkan atau alat usahanya dijual karena keterbatasan modal,” katanya.

Untuk menjaga agar persoalan permodalan tidak menghambat keberlanjutan usaha, Disnakertrans Kukar berencana menghubungkan kelompok penerima bantuan dengan program Kredit Kukar Idaman Terbaik.

Program tersebut menyediakan fasilitas kredit dengan bunga 0 persen yang dapat menjadi salah satu alternatif bagi kelompok untuk mendapatkan tambahan modal.

Dengan skema tersebut, pemerintah berharap usaha yang dibangun melalui pelatihan dan bantuan peralatan dapat terus berkembang dan menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat.

Penulis: Hanafi

Editor: Tio Andriano

Loading

Kalimantan TV

Kalimantantv.net Merupakan portal berita yang memberiakan informasi akurat dan terpercaya, Seputarnusantara.net tidak hanya menerbitkan portal berita online, kami juga menerbitkan buletin / tabloid mingguan yang kami rangkum dalam waktu 1 minggu terakhir.

Artikel lainnya :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CAPTCHA


Back to top button