KALTIMKukarKutai KartanegaraNews

PESERTA KB AKTIF KUKAR TEMBUS 88.556 AKSEPTOR, MKJP MENINGKAT JADI 21,54 PERSEN

Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kukar, Sri Lindawati. (Foto: Han)

TENGGARONG – Program Keluarga Berencana (KB) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, menunjukkan perkembangan positif. Hingga akhir September 2026, jumlah peserta KB aktif tercatat mencapai 88.556 akseptor, meningkat dibandingkan capaian sepanjang 2025 yang berjumlah 77.096 akseptor.

Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kukar, Sri Lindawati, S.Sos., M.Kes., mengapresiasi peningkatan capaian tersebut. Menurutnya, perkembangan program KB tidak hanya perlu dilihat dari pertambahan jumlah peserta, tetapi juga dari manfaatnya bagi keluarga.

“Ini tentu menjadi capaian yang patut kita apresiasi. Tetapi saya ingin mengingatkan, jangan berhenti pada angka. Di balik setiap angka akseptor, ada seorang ibu, ada seorang ayah, ada anak-anak, ada sebuah keluarga, dan ada masa depan yang sedang kita persiapkan,” ujarnya.

Berdasarkan data yang disampaikan Sri Lindawati, peningkatan juga terjadi pada penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP).

Pada 2025, peserta KB yang menggunakan metode MKJP tercatat sebanyak 15.220 akseptor atau 19,74 persen. Hingga akhir September 2026, jumlahnya meningkat menjadi 19.079 akseptor atau 21,54 persen.

Capaian tersebut menunjukkan adanya peningkatan jumlah maupun proporsi peserta KB yang menggunakan metode kontrasepsi jangka panjang.

Selain itu, angka unmet need atau kebutuhan ber-KB yang belum terpenuhi juga mengalami penurunan. Pada 2025, angkanya tercatat sebesar 4,98 persen, kemudian turun menjadi 2,92 persen per September 2026.

Penurunan unmet need menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan program KB. Upaya memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap layanan kontrasepsi menjadi bagian penting untuk memastikan pasangan usia subur dapat merencanakan kehamilan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan keluarga.

Sri Lindawati menekankan, capaian kuantitatif perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan. Program KB bukan semata-mata mengenai jumlah peserta atau penggunaan metode kontrasepsi, melainkan juga berkaitan dengan kesehatan ibu, kesejahteraan anak, serta perencanaan kehidupan keluarga.

Dengan capaian peserta KB aktif yang terus meningkat, DP2KB Kukar diharapkan dapat menjaga keberlanjutan program sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap informasi dan pelayanan keluarga berencana.

Pada akhirnya, keberhasilan program KB tidak hanya diukur dari statistik, tetapi juga dari sejauh mana layanan tersebut membantu keluarga mengambil keputusan yang tepat untuk kesehatan, kesejahteraan, dan masa depan mereka. (Adv)

Penulis: Hanafi

Editor: Tio Andriano

Loading

Kalimantan TV

Kalimantantv.net Merupakan portal berita yang memberiakan informasi akurat dan terpercaya, Seputarnusantara.net tidak hanya menerbitkan portal berita online, kami juga menerbitkan buletin / tabloid mingguan yang kami rangkum dalam waktu 1 minggu terakhir.

Artikel lainnya :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CAPTCHA


Back to top button