DINKES KUKAR DORONG SELURUH PUSKESMAS PASTIKAN LAYANAN UGD BERJALAN 24 JAM

Salah satu Puskesmas di Kukar yang memiliki UGD beroperasi 24 jam (Foto: KTV)
TENGGARONG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Kartanegara mendorong seluruh puskesmas di wilayah tersebut memastikan pelayanan Unit Gawat Darurat (UGD) tetap dapat diakses masyarakat selama 24 jam.
Kepala Dinkes Kukar, Ismi Mufiddah, mengatakan penerapan layanan tersebut disesuaikan dengan kondisi masing-masing puskesmas. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan masyarakat tetap memperoleh pertolongan medis ketika menghadapi kondisi darurat.
Menurut Ismi, Kukar saat ini memiliki 30 puskesmas yang tersebar di berbagai wilayah. Kondisi geografis yang luas serta distribusi tenaga kesehatan yang belum merata menjadi tantangan dalam menjaga pelayanan kesehatan sepanjang waktu.
“Semua puskesmas sudah ada UGD 24 jamnya,” kata Ismi, Senin (5/10/2026).
Ia menjelaskan, masing-masing puskesmas diberi ruang untuk mengatur pola pelayanan sesuai sumber daya yang tersedia. Dengan begitu, keterbatasan tenaga kesehatan tidak menjadi alasan terhentinya pelayanan bagi pasien yang membutuhkan penanganan segera.
Ismi menyebut sejumlah puskesmas di kawasan hulu bahkan telah menjalankan pelayanan selama 24 jam sebelum adanya arahan dari pemerintah daerah. Beberapa di antaranya juga telah dilengkapi fasilitas rawat inap.
“Kalau untuk di daerah hulu, sebelum instruksi Pak Bupati pun mereka sudah standby 24 jam, bahkan juga sudah bisa untuk rawat inap,” ujarnya.
Dinkes Kukar juga menyiapkan pola pelayanan alternatif bagi puskesmas yang masih menghadapi keterbatasan tenaga dokter. Salah satunya melalui mekanisme dokter yang dapat dihubungi atau on-call ketika diperlukan.
Ismi mencontohkan pelayanan di wilayah Kecamatan Tabang. Tenaga kesehatan tetap disiapkan di puskesmas untuk memberikan pertolongan awal kepada pasien. Jika membutuhkan dokter, koordinasi dapat dilakukan dengan dokter yang berada di Dinkes Kukar.
“Kami dan teman-teman pasti siap meskipun tercatat tidak ada dokter di situ, tapi tetap bisa on-call. Itu cara kita mengatasi dan bahkan dengan teman-teman dokter di Dinas Kesehatan,” jelasnya.
Menurut Ismi, pola tersebut menjadi bagian dari strategi Dinkes Kukar dalam menjaga akses pelayanan kesehatan di wilayah yang memiliki tantangan geografis maupun keterbatasan sumber daya manusia.
Koordinasi antara puskesmas dan jajaran dokter di lingkungan Dinkes Kukar pun terus dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan pelayanan di lapangan.
“Dengan segala keterbatasan, pasti kita mencari cara dan apa yang sudah kita miliki itu jelas untuk memaksimalkan pelayanan,” pungkasnya. (ADV)
Penulis: Hanafi
Editor: Tio Andriano
![]()