Disdikbud Kukar Dorong Peningkatan PAUD

TENGGARONG, KALTIM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat sistem pendidikan anak usia dini (PAUD). Selain fokus pada peningkatan kompetensi guru, Disdikbud kini menyoroti persoalan pendataan anak usia PAUD yang belum terdaftar di satuan pendidikan formal.
Bupati Kukar dr Aulia Rahman yang di wakili
Plt Sekretaris Disdikbud Kukar, Pujianto, menjelaskan bahwa disdik Kukar sedang melakukan sinkronisasi antara data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) dengan sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Hasil awal menunjukkan masih ada sekitar 10 ribu anak usia PAUD di Kukar yang belum terdaftar di lembaga pendidikan.
“Dari hasil sinkronisasi terlihat jelas mana anak yang sudah bersekolah dan mana yang belum,” ujar Pujianto.
Pujianto menjelaskan. jumlah 10 ribu anak inilah yang akan didorong untuk segera mengikuti pendidikan di PAUD. Hal ini disampaikan Pujianto didepan awak media, Selasa (14/10/2025).
Menurutnya, salah satu kendala utama adalah masih rendahnya kesadaran orang tua terhadap pentingnya pendidikan anak usia dini. Sebagian masyarakat beranggapan bahwa sekolah di PAUD belum menjadi kebutuhan mendesak.
“Padahal, anak yang pernah ikut PAUD jauh lebih siap ketika masuk SD, baik secara akademik maupun sosial emosional,” jelasnya.
Untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan, Disdikbud Kukar juga tengah menggenjot peningkatan kompetensi dan kualifikasi guru PAUD. Program penyetaraan pendidikan S1 bagi guru PAUD telah berjalan, dan ke depan akan dilanjutkan dengan pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru (PPG).
“Kalau datanya valid dan gurunya berkualitas, layanan PAUD di Kukar akan jauh lebih efektif. Harapan kami, tidak ada lagi anak usia dini yang tertinggal dari pendidikan,” pungkas Pujianto. (adv)
Penulis : Arief
Editor : Rahman
![]()
