Aulia Rendi Mantapkan Daur Ulang Sampah untuk Adipura kukar

Kalimantantv.net – Sejak 2025 hingga 2026, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) telah melakukan berbagai langkah nyata dalam pengelolaan sampah, tidak hanya melalui birokrasi tapi juga bersama warga serta perusahaan-perusahaan tambang sekitar. Dari gerakan komunitas perempuan desa yang mengolah plastik menjadi paving block, hingga pameran daur ulang di Tenggarong yang menampilkan produk kreatif dari bahan bekas, semua upaya ini diarahkan untuk menciptakan lingkungan bersih sekaligus mendorong ekonomi kreatif. Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri, M.Kes bersama Wakil Bupati Kukar H. Rendi Solihin dalam wawancara menegaskan bahwa pengelolaan sampah bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga bagian dari strategi besar menuju penghargaan Adipura 2027.
Rendi menyebut bahwa Kukar menghadapi tantangan besar dengan volume sampah mencapai 370 ton per hari. “Saat ini kami terus melakukan langkah strategis dalam mematangkan tata kelola sampah terpadu, guna mewujudkan target meraih penghargaan Adipura pada 2027,” ujarnya. Dari jumlah tersebut, kapasitas kelola baru mampu menangani 250 ton, sehingga masih ada defisit 120 ton yang berpotensi mencemari lingkungan.
Sebagai solusi jangka panjang, Pemkab Kukar berencana mengadakan mesin pencacah dan teknologi insinerator ramah lingkungan. Teknologi ini diproyeksikan mampu memproses lebih dari 100 ton sampah per hari dengan sistem pembakaran empat tahap yang minim polusi. Studi lapangan ke TPA Banyuroto, Yogyakarta, dilakukan untuk mengadopsi sistem pengelolaan modern yang bisa diterapkan di Kukar.
Di sisi lain, kreativitas masyarakat juga menjadi bagian penting dalam pengelolaan sampah. Pameran daur ulang di Tangga Arung Square menampilkan berbagai produk menarik seperti miniatur rumah, tas wanita, hingga buah tiruan dari bahan bekas. Aulia menilai kegiatan ini sebagai bukti nyata bahwa sampah bisa diubah menjadi barang bernilai. “Sampah tidak selalu limbah yang harus dibuang. Jika dikelola dengan sentuhan kreativitas dan inovasi, maka sampah dapat berubah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi,” tegasnya.
Gerakan komunitas perempuan di Desa Suka Maju, Tenggarong Seberang, juga menjadi sorotan. Melalui Bank Sampah Mandiri, mereka berhasil mengolah plastik menjadi paving block dan ecobrick. Inovasi ini bahkan meraih penghargaan kompetisi tingkat provinsi dan mendapat dukungan dana untuk pengadaan armada sampah.
Pemkab Kukar melihat inisiatif masyarakat sebagai bagian dari ekonomi sirkular yang mendukung kesejahteraan warga sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Dengan keterlibatan perempuan dan komunitas lokal, pengelolaan sampah menjadi lebih inklusif dan berkelanjutan.
Selain itu, pemerintah menetapkan Kecamatan Tenggarong sebagai prioritas penanganan karena menyumbang 30 persen dari total sampah kabupaten. Sementara Kecamatan Muara Jawa didorong sebagai wilayah percontohan pengelolaan sampah di Kalimantan Timur.
Dengan kombinasi strategi pemerintah dan kreativitas masyarakat, Kukar optimis mampu meraih kembali penghargaan Adipura. Aulia dan Rendi menegaskan bahwa pengelolaan sampah bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga tentang membangun masa depan ekonomi hijau yang berkelanjutan bagi Kukar.(scr)
Penulis : Suci
Editor : Arief
![]()
