
Kalimantantv.net – Setiap tanggal 1 Muharram, masyarakat Kelurahan Makroman di Samarinda menggelar tradisi bersih-bersih desa yang menjadi simbol rasa syukur atas hasil bumi. Acara ini berlangsung meriah dengan selamatan tumpeng serta pawai gunungan yang dihiasi sayur-sayuran dan buah-buahan lokal. Kehadiran tokoh adat dan Wakil Walikota Samarinda, Ir. H. Saefuddin Zuhri, S.E., M.M., menambah khidmat suasana, sekaligus memperlihatkan dukungan pemerintah terhadap pelestarian budaya masyarakat.
Selain pawai gunungan, kegiatan ini juga menjadi ajang kebersamaan warga. Gunungan berbentuk tumpeng yang penuh dengan hasil bumi kemudian dibagikan kepada masyarakat sebagai simbol berbagi rezeki dan mempererat tali silaturahmi.
“Tradisi ini bukan sekadar ritual tahunan, tetapi juga wujud kebersamaan dan rasa syukur atas berkah yang diberikan Allah SWT,” ucap Joko Pramono, Ketua Panitia Bersih-Bersih Desa Kelurahan Makroman tahun 2026.
Acara ini juga menjadi sarana memperkuat identitas budaya lokal. Dengan adanya pawai gunungan, masyarakat dapat melihat langsung kekayaan hasil bumi Makroman yang menjadi kebanggaan bersama.
“Gunungan hasil bumi yang dibagikan ke warga adalah simbol bahwa rezeki harus dirasakan bersama, bukan hanya oleh segelintir orang,” tambah Joko.
Kehadiran Wakil Walikota Samarinda, Saefuddin Zuhri, menunjukkan perhatian pemerintah terhadap tradisi masyarakat. Ia menilai kegiatan ini mampu memperkuat nilai gotong royong dan menjaga kelestarian budaya.
“Pemerintah kota akan terus mendukung kegiatan seperti ini karena selain menjaga tradisi, juga mempererat hubungan antarwarga,” ujar Saefuddin Zuhri.
Dengan semangat kebersamaan, acara bersih-bersih desa Makroman menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk menjaga tradisi sekaligus memperkuat solidaritas sosial.
“Harapan kami, tradisi ini terus dilestarikan dan menjadi contoh bagi generasi muda agar tidak melupakan akar budaya,” tutup Joko Pramono. (ist)
Penulis : Deny Setyawan
Editor : Tio
![]()

