
Kalimantantv.net – Komitmen PT Berau Coal dalam mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Berau kembali terbukti melalui pendampingan berkelanjutan. Salah satu penerima manfaat adalah Batik Mosho, UMKM batik khas Berau yang kini mampu meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, serta mencetak pembatik baru. Pemilik Batik Mosho, Muhammad Shodiq, mengungkapkan perjalanan usahanya dimulai sejak 2018 setelah meraih juara II Lomba Cipta Motif Batik Kabupaten Berau. Berbekal ilmu dari Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil Bandung, ia memulai produksi dengan modal terbatas namun penuh semangat.
“Setelah mendapatkan pendampingan, produksi kami menjadi lebih cepat dan penjualan terus meningkat. Kami juga sering diberi kesempatan mengikuti pameran sebagai salah satu cara mengenalkan Batik khas Berau ke masyarakat yang lebih luas,” ucap Shodiq.
Pendampingan dari PT Berau Coal dimulai pada 2021 dengan memberikan dukungan berupa alat cap batik dan bak pencelupan kain. Bantuan tersebut membuat proses produksi lebih efisien dan kapasitas meningkat signifikan. Tidak hanya itu, perusahaan juga membantu memperluas pemasaran melalui Rumah Kemas Batiwakkal serta memfasilitasi Batik Mosho tampil di berbagai pameran.

Community Development Manager PT Berau Coal, Reza Hermawan, menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen mendorong UMKM lokal agar mampu berkembang melalui pendampingan yang berkelanjutan. Menurutnya, Batik Mosho adalah contoh nyata UMKM yang berhasil naik kelas berkat dukungan sarana, pelatihan, dan promosi.
“Kami ingin UMKM di Kabupaten Berau tidak hanya bertahan, tetapi juga terus berkembang. Karena itu, pendampingan yang kami berikan tidak hanya berupa bantuan sarana, tetapi juga pelatihan, promosi, dan membuka peluang agar produknya semakin dikenal,” ujar Reza.
Program pendampingan juga diperluas menjadi pelatihan membatik di kampung-kampung binaan PT Berau Coal. Bersama Shodiq sebagai pelatih, kegiatan ini telah dilaksanakan di enam kampung, termasuk Gunung Panjang, Rinding, Teluk Bayur, Maluang, Labanan Jaya, dan Labanan Makarti. Tujuannya jelas: mencetak pembatik baru yang siap mengembangkan batik khas Berau.
Kini Batik Mosho mampu mempekerjakan lima karyawan tetap dan hingga 25 tenaga borongan saat permintaan meningkat. Sebagian besar tenaga kerja tersebut merupakan hasil pelatihan di kampung binaan, sehingga memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar.
“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung UMKM untuk terus berkembang, dan terima kasih kepada PT Berau Coal yang telah mendampingi kami sejak awal merintis usaha hingga batik kami semakin dikenal,” tutup Shodiq.
Berkat pendampingan ini, Batik Mosho terus menorehkan prestasi. Sejak 2021 hingga 2025, UMKM ini konsisten meraih penghargaan, termasuk Juara I Dekranasda Kalimantan Timur Award dan Juara I Kategori Fashion dalam ajang Tjipta UMKM. Saat ini, omzet Batik Mosho mencapai Rp30-60 juta per bulan dengan kebutuhan modal sekitar Rp15 juta. (scr)
Penulis : Suci
Editor : Tio
![]()

