
Kalimantantv.net – Biaya publikasi jurnal ilmiah yang masih tinggi menjadi salah satu kendala utama bagi dosen dan peneliti dalam menerbitkan karya ilmiah. Menjawab persoalan tersebut, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Relawan Jurnal Indonesia (RJI) menggelar Workshop Literasi Jurnal dan Integritas Akademik di Samarinda. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai publikasi ilmiah yang berintegritas sekaligus mengenalkan berbagai pilihan jurnal gratis bagi akademisi.
Ketua Relawan Jurnal Indonesia (RJI), Dr. Arbain, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa dosen dan peneliti dapat memanfaatkan jurnal yang menerapkan sistem Diamond Open Access, sehingga proses publikasi tidak dikenai biaya. Saat ini terdapat sekitar 1.206 jurnal di Indonesia yang dapat diakses secara gratis. Penulis juga dapat memanfaatkan Journal Finder, SINTA, maupun Directory of Open Access Journals (DOAJ) untuk menemukan jurnal yang sesuai dengan bidang keilmuan.
Selain memberikan literasi kepada penulis, workshop ini juga menyosialisasikan kebijakan terbaru dari Kemdiktisaintek. Dalam kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek, Prof. Ahmad Najib Burhani, menyampaikan informasi mengenai kebijakan akreditasi jurnal nasional yang akan menerapkan klasifikasi peringkat 1 hingga peringkat 4. Informasi tersebut disampaikan kepada pengelola jurnal dan pimpinan perguruan tinggi sebagai bagian dari pembaruan sistem publikasi ilmiah di Indonesia.
Melalui kegiatan ini, pemerintah bersama RJI berharap semakin banyak dosen, peneliti, dan pengelola jurnal memahami pilihan publikasi ilmiah yang berkualitas tanpa terbebani biaya tinggi. Penguatan kualitas pengelolaan jurnal diharapkan turut mendukung peningkatan mutu riset, reputasi perguruan tinggi, serta memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat. (ist)
Penulis : Deny Setyawan
Editor : Tio Andriano
![]()


