BerauKALTIM

AKSI BERAU DIVERS KIBARKAN MERAH PUTIH DI BAWAH LAUT MARATUA, SEKALIGUS PULIHKAN TERUMBU KARANG

Kalimantantv – Bendera Merah Putih tak hanya berkibar di daratan saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Di Pulau Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Sang Merah Putih juga berkibar dibawah laut.

Komunitas Berau Divers menggelar pengibaran Bendera Merah Putih di bawah laut, sekaligus aksi transplantasi terumbu karang di perairan Maratua sejak 7-9 Agustus; puncaknya upacara pengibaran bendera merah putih bawah laut 17 Agustus 2026.

Kegiatan bertajuk “Cinta Maratua untuk Negeri” dengan slogan “One Ocean, One Responsibility” itu melibatkan lebih dari 30 peserta yang terdiri dari scuba diver dan freediver.

Tak sekadar menjadi perayaan kemerdekaan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga wilayah Indonesia tidak berhenti pada batas daratan. Ekosistem laut yang menjadi bagian penting dari kekayaan alam Indonesia juga membutuhkan perhatian dan perawatan.

Prosesi pengibaran bendera dilakukan di bawah permukaan laut Maratua. Tim freediver membawa Sang Merah Putih menyelam menuju titik pelaksanaan.

Bendera kemudian diserahkan kepada inspektur upacara dan tim pengibar. Setelah bendera berada di posisi yang telah ditentukan, seluruh peserta memberikan penghormatan di dasar laut.

Ketua Panitia Berau Divers, Agus, mengatakan pemilihan Maratua sebagai lokasi kegiatan memiliki makna tersendiri.

Maratua merupakan salah satu pulau kecil terluar Indonesia yang berada di wilayah Kabupaten Berau dan berhadapan langsung dengan negara tetangga.

“Di wilayah terluar pun kita harus terus menumbuhkembangkan rasa nasionalisme. Kita ingin kembali menghidupkan semangat itu pada generasi sekarang,” ujar Agus.

Menurut dia, peringatan kemerdekaan di wilayah terluar sekaligus menjadi cara untuk mengingatkan bahwa kawasan tersebut merupakan bagian dari wilayah Indonesia yang perlu dijaga.

Namun, pesan yang dibawa Berau Divers tidak berhenti pada simbol nasionalisme.

Di sela kegiatan pengibaran bendera, para penyelam juga melakukan aksi pemulihan ekosistem laut melalui penempatan media transplantasi terumbu karang.

Terumbu karang menjadi salah satu elemen penting bagi ekosistem laut Maratua. Kerusakan pada terumbu karang dapat berdampak terhadap habitat berbagai biota yang hidup di dalamnya.

Karena itu, transplantasi dilakukan pada sejumlah titik yang mengalami kerusakan sebagai bagian dari upaya pemulihan ekosistem.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mengapresiasi kegiatan yang digagas komunitas penyelam tersebut.

Menurut dia, kelestarian terumbu karang tidak hanya berkaitan dengan keberlangsungan ekosistem laut, tetapi juga masa depan pariwisata Maratua.

Maratua selama ini menjadi salah satu tujuan wisata bahari yang menarik wisatawan, termasuk penyelam dari mancanegara.

Salah satu daya tariknya adalah keberadaan biota laut yang menjadi bagian dari pengalaman wisata menyelam, termasuk fenomena kumpulan barracuda.

“Habitat di dalam laut membutuhkan terumbu karang untuk hidup. Kegiatan ini menjadi bentuk dukungan agar karang tetap terjaga, sehingga habitat di dalamnya hidup dengan baik dan potensi wisata terus berkembang,” tutur Sri Juniarsih.

Ia menilai keberadaan ekosistem laut yang sehat menjadi modal penting untuk menjaga daya tarik wisata bahari Maratua dalam jangka panjang.

Sebab, semakin berkembang aktivitas wisata bawah laut, semakin besar pula kebutuhan untuk memastikan ekosistem yang menjadi daya tarik tersebut tetap terjaga.

Ketua Berau Divers, Fitriani, mengatakan upaya menjaga laut tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan transplantasi terumbu karang.

Menurut dia, wisatawan maupun masyarakat yang beraktivitas di laut juga perlu memiliki kesadaran untuk tidak merusak ekosistem.

Salah satunya dengan menerapkan etika wisata bahari, seperti tidak menginjak terumbu karang ketika menyelam maupun melakukan aktivitas yang dapat mengganggu kehidupan biota laut.

Selain itu, satwa yang dilindungi, seperti penyu, juga tidak boleh dieksploitasi.

“Laut yang sama memberikan kehidupan dan manfaat bagi kita semua. Tanggung jawab untuk menjaganya juga menjadi tanggung jawab kita bersama,” tegas Fitriani.

Pesan tersebut menjadi bagian penting dari kegiatan “Cinta Maratua untuk Negeri”. Pengibaran Merah Putih menjadi simbol kecintaan terhadap Indonesia, sementara transplantasi terumbu karang menjadi bentuk tindakan nyata untuk menjaga salah satu kekayaan alam yang berada di wilayah Indonesia.

Rangkaian kegiatan Berau Divers tersebut terlaksana melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Berau, Green Nirvana, PT Berau Coal, PT Asian Bulk Logistic, Bankaltimtara, serta sejumlah pemangku kepentingan daerah lainnya.

Dari dasar laut Maratua, pesan yang dibawa para penyelam pun menjadi dua hal: Merah Putih tetap berkibar di wilayah terluar Indonesia, sementara terumbu karang yang menjadi rumah bagi kehidupan laut terus dirawat. (ist)

Penulis : Deny
Editor : Tio

Loading

Kalimantan TV

Kalimantantv.net Merupakan portal berita yang memberiakan informasi akurat dan terpercaya, Seputarnusantara.net tidak hanya menerbitkan portal berita online, kami juga menerbitkan buletin / tabloid mingguan yang kami rangkum dalam waktu 1 minggu terakhir.

Artikel lainnya :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CAPTCHA


Back to top button