Komplotan Pembobol Sekolah Diringkus, Satu pelaku Masih Pelajar, Uang Curian Dipakai Modifikasi Motor
Beberapa waktu lalu kita sudah mengamankan beberapa pelaku, dan saat ini kita kembali mengamankan pelaku lain dengan kasus yang sama

Kalimantantv.net – TANJUNG REDEB – Personel Polres Berau kembali berhasil meringkus komplotan spesialis pembobol sekolah di Kabupaten Berau. Dari enam pelaku yang diamankan, satu di antaranya masih berstatus pelajar.
“Beberapa waktu lalu kita sudah mengamankan beberapa pelaku, dan saat ini kita kembali mengamankan pelaku lain dengan kasus yang sama,” terang Wakapolres Berau Kompol Rangga Abhiyasa.
Penangkapan tersebut bersumber dari beberapa laporan yang pihaknya terima dari pihak sekolah, yakni SMA PGRI dan SD 07 Bedungun. Di SMA PGRI kerugian Rp 14 juta. Barang bukti yang diamankan tersisa hanya Rp 7,5 juta. Di SD 07 Bedungun mengalami kerugian uang Rp 500 ribu dan satu laptop. “Tapi yang kami amankan tersisa laptop saja,” ungkapnya.
Setelah melakukan penangkapan dan dilakukan pengembangan, pihaknya mendapat pengakuan dari tersangka yang telah melakukan kejahatan serupa pada 2021 lalu di SMA PGRI dengan total kerugian Rp 121 juta.
Untuk kronologi kejadian, para tersangka mengakui mereka pada kejadian pertama di 2021 membobol dengan cara memecahkan kaca jendela, dan kejadian terakhir mereka mencungkil pintu menggunakan linggis. “Selain memecahkan kaca jendela mereka juga menggunakan linggis untuk mencungkil pintu atau jendela,” tuturnya.
Diakuinya bahwa, dari tangkapan ini adalah hasil pengembangan yang sebelumnya telah diamankan. Pelaku yang saat ini diamankan yakni DW, NB, DN, FS, dan ME sedangkan A masih berstatus pelajar. “Memang rata-rata mereka masih berstatus anak di bawah umur,” tegasnya.
Kompol Rangga menyebut, akibat tindak kejahatan yang dilakukan, para tersangka dikenai Pasal 363 subsider 362 KUHP dengan maksimal pidana penjara paling lama tujuh tahun.
“Untuk tersangka di bawah umur biasanya akan dikenakan hukuman 1/3 hukuman dari orang dewasa. Satu orang yang berstatus pelajar masih ditangguhkan. Kita kan terus lakukan pendalaman, karena pelaku mengakui ada TKP lainnya yang menjadi korban pembobolan,” terangnya.
Dirinya menambahkan, uang curian sebagian telah digunakan untuk membeli sepeda motor dan memodifikasi motor. “Motor yang dibeli dari hasil pencurian mengalami rusak parah karena ketika digunakan pelaku sempat mengalami kecelakaan,” tandasnya
![]()

