Kutai Timur

Ramadan, MBG Kutim Beralih ke Menu Kering

Kutai Timur, Kalimantantv.net – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kutai Timur tetap berjalan meski bulan Ramadan tiba. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) APT Pranoto menyesuaikan strategi dengan mengganti menu basah menjadi makanan kering. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kualitas pangan sekaligus menghormati siswa yang sedang berpuasa. Kepala SPPG, Dinand Perdana, menegaskan bahwa perubahan menu merupakan arahan resmi dari Badan, sehingga makanan yang dibagikan lebih aman dikonsumsi saat berbuka.

Menu kering yang dipilih memiliki daya tahan lebih lama, sekitar 4 hingga 6 jam. Jenis makanan yang dibagikan antara lain roti, donat, risol, serta puding buah yang sedang dipersiapkan. Semua menu diproduksi langsung di dapur SPPG agar kualitas tetap terjaga. Dengan strategi ini, distribusi makanan tidak lagi dilakukan pagi hari, melainkan mendekati jam pulang sekolah.

Perubahan jadwal distribusi ini juga mempertimbangkan kondisi guru dan siswa. Jika makanan dikirim pagi, dikhawatirkan mengganggu proses pembelajaran puasa. Oleh karena itu, pengantaran dilakukan sekitar pukul 11.00 untuk sekolah yang bubar pukul 12.00, dan lebih cepat untuk sekolah yang pulang lebih awal.

Sebelum kebijakan baru diterapkan, pihak SPPG melakukan koordinasi dengan sekolah agar tidak terjadi salah paham. Jika ada sekolah yang keberatan, jadwal distribusi akan disesuaikan kembali. Fleksibilitas ini membuat program tetap berjalan lancar tanpa kendala berarti.

Untuk sekolah negeri maupun sekolah dengan siswa non-muslim, distribusi tetap berjalan normal. Beberapa sekolah bahkan menyatakan tidak masalah menerima menu kering maupun basah. Hal ini menunjukkan bahwa strategi baru bisa diterima dengan baik oleh berbagai pihak.

Ramadan juga mengubah ritme dapur SPPG. Jika sebelumnya produksi dilakukan besar-besaran sejak dini hari, kini tim dapur lebih fokus pada pengemasan menu ringan. Proses memasak dimulai setelah sahur, sekitar pukul 5 hingga 6 pagi, dengan porsi lebih kecil dibanding hari biasa.

Menu yang sudah dibagikan dalam beberapa hari terakhir adalah roti dan donat. Risol mulai diuji coba, sementara puding buah disiapkan sebagai variasi tambahan. Semua makanan dikemas dalam totebag khusus bertuliskan identitas SPPG, dengan dua hingga tiga kantong berbeda untuk menjaga kebersihan.

Selain itu, sistem zonasi dapur juga diterapkan agar distribusi lebih efektif. Beberapa sekolah tidak masuk cakupan dapur APT Pranoto karena terdapat dapur lain yang lebih dekat. Dengan cara ini, waktu distribusi bisa lebih efisien dan maksimal.

Wilayah Sangatta Utara menjadi kawasan dengan jumlah penerima manfaat terbesar. Data terakhir menunjukkan penerima manfaat di wilayah ini mencapai 70 ribu orang. Saat ini, SPPG APT Pranoto melayani enam sekolah dan satu posyandu dengan total penerima manfaat sekitar 2.750 orang.

Program MBG tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga kelompok B3 seperti balita, ibu hamil, dan ibu menyusui melalui posyandu. Distribusi dilakukan dua kali sepekan, yaitu Senin dan Kamis. Untuk kelompok ini, standar keamanan lebih ketat karena tekstur makanan harus lembut dan aman dikonsumsi.

Menu posyandu selama Ramadan meliputi roti abon, roti kacang hijau, donat, susu UHT, serta susu khusus ibu hamil. Semua menu dipastikan segar dan tidak disimpan lama agar tidak menimbulkan risiko kesehatan.

Dinand menegaskan prinsip “zero mistake” menjadi komitmen utama agar tidak terjadi kejadian luar biasa (KLB) seperti di daerah lain. Hingga kini, distribusi MBG di Kutim berjalan aman tanpa laporan KLB. Soal wacana penggantian MBG menjadi bantuan tunai, pihaknya menegaskan tetap bekerja sesuai fungsi dapur dan mengikuti aturan resmi yang berlaku. (*)

Penulis: Suci
Editor: Arief

Loading

Kalimantan TV

Kalimantantv.net Merupakan portal berita yang memberiakan informasi akurat dan terpercaya, Seputarnusantara.net tidak hanya menerbitkan portal berita online, kami juga menerbitkan buletin / tabloid mingguan yang kami rangkum dalam waktu 1 minggu terakhir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CAPTCHA


Back to top button