Program Kukar Idaman Terbaik Cairkan Bantuan Seragam Gratis Sekolah Swasta

Tenggarong, KALTIM – Program unggulan Pemerintah kabupaten kutai kartanegara yakni Kukar Idaman terbaik, akan segera mencairkan bantuan seragam gratis untuk sekolah swasta di Kukar.
Hal ini disampaikan Plt. Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Pujianto, saat dikonfirmasi, jumat (28/11/2025) di kantor bupati Kukar.
Pujianto bilang, Total anggaran mencapai Rp24 miliar disiapkan untuk 18.860 siswa dari jenjang PAUD, SD, hingga SMP..
“Bantuan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Kukar untuk meringankan beban biaya pendidikan bagi orang tua murid di sekolah swasta,” kata pujianto.
Pujianto, memastikan proses pencairan bantuan untuk sekolah swasta kini masuk tahap akhir. Pujianto, memastikan proses pencairan bantuan untuk sekolah swasta kini masuk tahap akhir.
“dari hasil rekapan, pendanaannya sudah siap. Saat ini, kita tinggal proses pencairan. InsyaAllah dalam waktu dekat segera disalurkan,” ujar Pujianto.
Saat ini, skema bentuk bantuan yang diterima murid adalah seragam lengkap, bukan uang tunai. Seragam nantinya akan dibagikan melalui sekolah masing-masing.
Kata Pujianto, sebagai keterbukaan publik, bantuan seragam gratis bagi murid swasta, meliputi Rp 1,8 juta untuk murid SMP, Rp1,5 juta untuk murid SD, Rp 1,2 juta untuk murid PAUD. dan semuanya sudah di hitung termasuk pajak.
“Harapan pemkab Kukar, program ini mampu mengurangi kesenjangan fasilitas antara sekolah negeri dan swasta, sekaligus membantu meringankan biaya pendidikan warga di Kukar,” ujar Pujianto.
Menurut Pujianto, misi pertama pada visi misi Kukar Idaman Terbaik yaitu mewujudkan pemenuhan dan pemerataan pelayanan dasar kesehatan, pendidikan dan perlindungan sosial.
Bahkan program bantuan sekolah swasta dan Pondok Pesantren di Kukar Idaman Terbaik didedikasikan untuk pendidikan di Kutai Kartanegara, berbasis sekolah.
“Pemkab Kukar juga sudah memperhitungkan seluruhnya untuk bantuan swasta/pondok pesantren agar dapat meningkatkan kesejahteraan dan kapasitas guru swasta, dan prasarana sekolah,” kata Pujianto.
Kata Pukianti, skema lanjutan adalah sistem pembelian seragam yang akan dilakukan secara terpusat oleh sekolah, agar prosesnya lebih mudah.
“Kalau diberikan langsung dalam bentuk uang kepada orang tua, SPj-nya akan sulit. Karena itu sekolah yang belanjakan,” tuturnya.
Sementara itu, menurut Pujianto, jika ada orang tua murid yang sudah membeli seragam secara mandiri, sekolah akan mengalihkan manfaat bantuan tersebut melalui pemotongan atau pengurangan biaya SPP.. (*/adv)
Penulis : Arief
Editor : Rahman
![]()
