
Samarinda, Kalimantantv.net — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memastikan percepatan pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) bagi masyarakat berpenghasilan rendah terus berjalan meski tanpa dukungan APBD. Program yang dikoordinasikan Biro Administrasi Pembangunan ini sepenuhnya mengandalkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan di berbagai sektor, mulai pertambangan, perkebunan, perbankan hingga konstruksi.
Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Kaltim, Irhamsyah, mengungkapkan bahwa progress program RLH tahun ini telah melampaui target.
“Target kita 509 unit. Saat ini lebih dari 636 unit dalam proses, dan sekitar 400 rumah sudah selesai dibangun,” jelasnya.
Pembangunan fisik dilakukan bekerja sama dengan TNI yang bertugas menangani konstruksi lapangan. Menariknya, persebaran rumah tidak hanya berfokus pada wilayah yang memiliki penyumbang CSR.
“Meski perusahaan tidak beroperasi di Mahakam Ulu, kita tetap membangun di sana. Kita ingin pemerataan,” tegas Irhamsyah.
Pemprov memastikan program ini terus berlanjut hingga 2025 dengan dukungan komitmen perusahaan. Rumah RLH kini membidik standar baru, dari sebelumnya biaya per unit Rp115 juta menjadi Rp150 juta untuk memenuhi fasilitas lengkap seperti air bersih, sanitasi, dan kondisi bangunan yang lebih baik.(Arf/ADV/Diskominfokaltim)
Penulis : Arief
Editor : Rahman
![]()
