
Kalimantantv.net – Keindahan bawah laut Pulau Maratua di Kabupaten Berau kembali menjadi sorotan berkat langkah nyata PT Berau Coal bersama mitra strategis dalam menjaga ekosistem laut. Melalui kegiatan transplantasi terumbu karang yang berlangsung pada 1–2 Mei, perusahaan berkolaborasi dengan PT Asian Bulk Logistic (ABL), Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau, Komunitas Maratua Peduli Lingkungan (MPL), Kelompok Sadar Wisata Kampung Payung-Payung, serta rekan jurnalis. Inisiatif ini menggunakan media terumbu buatan untuk mempercepat pertumbuhan karang sekaligus memperkuat daya tarik wisata bahari.

Metode transplantasi dilakukan dengan menempatkan fragmen karang pada struktur buatan agar lebih cepat tumbuh dan stabil. Upaya ini tidak hanya mendukung pemulihan ekosistem laut, tetapi juga menciptakan habitat baru bagi biota, menjaga keseimbangan ekosistem, serta berfungsi sebagai pelindung alami pantai dari gelombang.
Ketua panitia kegiatan, Farhan Soeprapto, menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus komitmen perusahaan dalam memenuhi kewajiban sebagai pemegang Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL).
“Ini merupakan wujud kepedulian dan sinergi kami sebagai pemegang PKKPRL Laut,” ujar Farhan.
Farhan menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program konservasi sebelumnya. Tahun lalu pihaknya menanam 300 mangrove, dan kini dilanjutkan dengan transplantasi terumbu karang sebagai bagian dari rangkaian konservasi berkelanjutan.
“Tahun lalu kami telah melakukan penanaman 300 mangrove, dan tahun ini dilanjutkan dengan transplantasi terumbu karang,” jelas Farhan.
Sementara itu, Dimas Rinto Prasetyo, Region Head Berau PT Asian Bulk Logistic, menyampaikan komitmen pihaknya sebagai mitra strategis untuk menjaga ekosistem laut bersama PT Berau Coal. Ia menilai transplantasi karang adalah langkah konkret mendukung pemulihan ekosistem bawah laut.

Selain itu, kegiatan bersih pantai juga dilakukan sebagai bagian dari edukasi masyarakat dan wisatawan agar lebih peduli terhadap lingkungan. Dimas menegaskan bahwa agenda ini akan dijadikan kegiatan rutin.
Sandy Santosa, Shipping Manager & PJK3L Marine PT Berau Coal, menambahkan bahwa program ini bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif, melainkan wujud kolaborasi nyata lintas pihak dalam menjaga kelestarian laut.
Apresiasi juga datang dari Ardiansyah, Ketua Kelompok Sadar Wisata Payung-Payung, yang menilai kolaborasi ini memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan. Ia berharap keberadaan terumbu buatan dapat mendukung pariwisata dan ekosistem laut Maratua dalam jangka panjang.
Dengan adanya kolaborasi ini, kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan laut semakin meningkat. Sinergi antara perusahaan, komunitas, dan pemangku kepentingan diharapkan mampu memperkuat keberlanjutan ekosistem pesisir dan laut di Kabupaten Berau.(scr)
Penulis: Suci
Editor: Arief
![]()






