
Samarinda, Kalimantantv.net – Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menyampaikan bahwa Pemerintah Kalimantan Timur telah menganggarkan bantuan insentif untuk 23.007 guru non-ASN.
Bahkan menurut Rudi Mas’ud, anggarannya sudah di atur secara berkelanjutan selama 5 tahun ke depan. dan ini telah masuk dalam program unggulan kaltim.
“jadi, teman-teman guru non ASN tidak perlu khawatir tentang insentif. selama saya menjabat Gubernur Kaltim, akan terus berlanjut dan aman hingga tahun 2030,” Janji Rudi.
Hal ini disampaikan Rudi Mas’ud Kepada awak media, senin (¹7/11/2025) usai rapat OPD di Lamin Etam.
Bantuan insentif yang sudah tersalur Rp68,3 miliar itu terbagi untuk 3.452 guru di Samarinda, 1.899 guru di Bontang, 2.376 guru di Balikpapan, 4.634 guru di Kutai Kartanegara, 1.465 guru di Penajam Paser Utara, 4.175 guru di Kutai Timur, 1.884 guru di Berau, 561 guru di Kutai Barat, 393 guru di Mahakam Ulu, dan 1.704 guru di Paser.
Rudi Mas’ud bahkan meminta para guru non-ASN di jenjang PAUD, TK, SD, dan SMP tidak perlu ragu atau khawatir, bahwa program ini akan dihentikan di tahun-tahun mendatang.
Orang nomor satu di kaltim ini bilang, ini sebagai bentuk komitmen Pemprov Kaltim untuk membantu kesejahteraan para pendidik. Meskipun kewenangan jenjang sekolah ini berada di kabupaten/kota,
“Saya sebagai Gubernur dan Wagub Seno Aji tetap berkomitmen membantu karena melihat gaji guru non-ASN yang masih rendah,” kata Rudi. .
Hingga November 2025, Pemprov Kaltim telah menyalurkan Rp 68,3 miliar bantuan insentif kepada 23.007 guru non-ASN, termasuk Guru Raudlatul Athfal (pendidik anak usia dini), Madrasah Iptidiyah, Madrasah Tsanawiyah, dan ustaz/ustazah.
Saat ini, Pemprov masih memiliki sisa pagu anggaran sebesar Rp 8 miliar untuk triwulan keempat. Guru non-ASN PAUD dan TK yang belum mendapat bantuan insentif segera mengajukan, sesuai aturan yang berlaku.(Arf/ADV/Diskominfo Kaltim)
Penulis : Arief
Editor : Rahman
![]()
