
Samarinda, Kalimantantv.net — Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat upaya pencegahan penyebaran hoaks dan perlindungan data digital di tengah pesatnya arus informasi di ruang digital.
Penelaah Teknis Kebijakan Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo Kaltim, Dafa Ezra, mengatakan literasi digital menjadi kunci penting dalam menghadapi berbagai isu negatif yang beredar di media sosial, termasuk informasi palsu dan penyalahgunaan data pribadi.
“Hoaks masih menjadi tantangan serius. Banyak pengguna media sosial tidak menyadari bahwa aktivitas berbagi informasi tanpa verifikasi dapat menjadikan mereka bagian dari penyebaran hoaks itu sendiri,” ujar Dafa Ezra.
Menurutnya, Diskominfo Kaltim secara konsisten melakukan langkah pencegahan melalui edukasi langsung kepada masyarakat, khususnya terkait etika bermedia sosial, literasi digital, dan keamanan data. Upaya ini dilakukan untuk membangun kesadaran kolektif agar ruang digital dapat dimanfaatkan secara sehat dan bertanggung jawab.
“Kami menekankan pentingnya etika bermedia sosial dan bagaimana menjaga keamanan data digital agar tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” jelasnya.
Sebagai bentuk nyata pencegahan, Diskominfo Kaltim telah menggelar berbagai kegiatan sosialisasi dan dialog literasi digital di sejumlah wilayah di Kalimantan Timur. Sosialisasi tersebut menyasar berbagai kelompok masyarakat sebagai upaya memperluas pemahaman terkait bahaya hoaks dan pentingnya keamanan informasi digital.
Dafa menegaskan, literasi digital tidak hanya berhenti pada pemahaman individu, tetapi juga diharapkan dapat disebarluaskan ke lingkungan terdekat.
“Kami berharap apa yang disampaikan bisa diamalkan dan diteruskan ke lingkungan sekitar, mulai dari keluarga hingga komunitas masing-masing,” tuturnya.(*)
Penulis: Arief
Editor: Rahman
![]()
