
kalimantantv.net – Relawan Jurnal Indonesia Kalimantan Timur menyelenggarakan Workshop 10 JP dalam rangka memperingati HUT ke-10 Relawan Jurnal Indonesia. Kegiatan ini mengusung tema “Meningkatkan Kualitas Publikasi Ilmiah Menuju Jurnal Bereputasi” Agenda ini
dilaksanakan di Gedung i-Lab Universitas Mulawarman, Selasa, 30 Juni 2026.
Workshop ini menjadi bagian dari semarak HUT ke-10 RJI dengan slogan “Giatkan Publikasi, Berdampak untuk Negeri”.
Kegiatan tersebut ditujukan bagi pengelola jurnal, editor, reviewer, dosen, peneliti, dan akademisi.
Fokus utamanya adalah meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, memperluas indeksasi dan visibilitas global, serta mendorong jurnal menuju reputasi yang lebih baik.
Kegiatan ini dibuka oleh Prof. Dr. Azainil, M.Si., selaku Wakil Dekan I FKIP Universitas
Mulawarman.
Dalam sambutannya, Azainil bilang, pentingnya jurnal sebagai wadah publikasi ilmiah bagi dosen.
“jurnal memiliki peran strategis dalam mendukung
pengembangan keilmuan sekaligus kebutuhan Jabatan Akademik Dosen,” tutur Azainil saat berbincang.
Dalam agenda tersebut, pemateri pertama, Dr. Arbain, M.Pd. Dalam paparannya, Arbain menyampaikan, materi tentang indeksasi internasional
fokus pada DOAJ dan Scopus. Selain memaparkan materi,. Arbain juga mengevaluasi jurnal peserta workshop secara langsung.
Arbain juga secara langsung memberikan berbagai masukan perbaikan agar jurnal peserta dapat lebih siap menuju indeksasi dan pengelolaan yang lebih
profesional.
“indeksasi internasional
fokus pada DOAJ dan Scopus. Dan perlu konsentrasi dan. dilakukan secara rutin agar lebih difahami dan dimengerti secara metodologi penulisan,” ujar Arbain.
Melalui evaluasi tersebut, diskusi dengan peserta menjadi lebih efektif dan aplikatif.
Pembahasan berkembang pada beberapa aspek penting, seperti website jurnal, copyright, etika publikasi, manajemen publikasi, dan substansi artikel.
Peserta juga mendapat gambaran praktis
mengenai bagian-bagian jurnal yang perlu diperbaiki sebelum diajukan ke lembaga indeksasi.
Sementara itu, Pemateri kedua, Muhammad Azmi, M.Pd., menjelaskan persiapan akreditasi jurnal secara
komunikatif.
Muhammad Azmi menyampaikan kelengkapan utama yang perlu disiapkan sebelum jurnal diajukan ke Arjuna.
“Beberapa aspek yang menjadi perhatian antara lain ISSN, konsistensi penerbitan, kualitas artikel, kelengkapan informasi pada website jurnal, hingga Digital Object Identifier atau DOI yang wajib aktif,” kata Muhammad Azmi.
Azmi juga menekankan pentingnya menyiapkan jurnal secara cermat agar dapat lolos desk evaluasi akreditasi jurnal. “Banyak jurnal belum tentu gagal karena kualitas artikelnya rendah, tetapi karena kelengkapan administrasi dan teknis pengelolaan belum
disiapkan dengan baik,” ujarnya.
sementara Pemateri ketiga, Dr. Dzul Rachman, M.Pd., membagikan pengalaman dalam mencari editor dan
penulis bagi jurnal baru. Sebagai reviewer dan editor di banyak jurnal, Dzul Rahman,menjelaskan,
bahwa pengelola jurnal perlu membangun jejaring akademik secara aktif. Reviewer dan editor, dapat dicari dari rekan sebidang di perguruan tinggi lain, kolega riset, maupun akademisi yang
ditemui dalam konferensi.
Selain itu, Dzul juga menyarankan agar pengelola jurnal membuka call for editor dan menyebarkannya melalui media sosial, LinkedIn, maupun ResearchGate. Cara ini dapat
membantu jurnal baru menambah jumlah editor dan reviewer yang relevan dengan bidang keilmuan jurnal.
Salah satu peserta, Heny Pratiwi, menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat membantu
pengelola jurnal dalam memahami tata kelola jurnal yang baik. Sebagai pengelola jurnal baru,
Heny berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin bagi pengelola jurnal di Kalimantan Timur.
Workshop ini dihadiri oleh 65 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Kalimantan Timur.
Beberapa di antaranya berasal dari Universitas Mulawarman, Universitas Widya Gama
Mahakam Samarinda, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, STT Migas Balikpapan,
dan STMIK Widya Cipta Dharma.
Melalui kegiatan ini, RJI Kalimantan Timur berharap pengelola jurnal mampu meningkatkan
kualitas penerbitan secara lebih terarah. Jurnal ilmiah tidak hanya dituntut terbit secara rutin,
tetapi juga perlu menjaga mutu artikel, etika publikasi, kualitas editorial, dan keterlacakan
metadata.
Momentum HUT ke-10 Relawan Jurnal Indonesia menjadi pengingat bahwa gerakan literasi
publikasi ilmiah perlu terus diperkuat. Publikasi ilmiah yang berkualitas diharapkan dapat
memberi dampak nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, perguruan tinggi, dan masyarakat luas.
RJI Kalimantan Timur juga menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi pengelola jurnal. Pendampingan ini diharapkan mampu mendorong lebih banyak jurnal di Kalimantan
Timur menuju tata kelola yang profesional, transparan, dan bereputasi. (src)
Penulis : Deni Setyawan
Editor : Tio
![]()

