KALTIMKukarKutai KartanegaraNews

KEBAKARAN GANG WAKAF JADI EVALUASI, PEMKAB KUKAR PETAKAN TITIK RAWAN DI PERMUKIMAN PADAT

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri (baju kaus hitam) bersama jajaran saat meninjau lokasi kebakaran. (Foto: KTV)

TENGGARONG – Kebakaran yang melanda kawasan Gang Wakaf, Jalan AM Alimudin, Kelurahan Melayu Kecamatan Tenggarong, menjadi bahan evaluasi Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran di kawasan permukiman padat.

Peristiwa yang terjadi pada Senin (5/10/2026) tersebut menghanguskan 75 bangunan di RT 33. Proses pemadaman berlangsung dalam kondisi yang tidak mudah karena bangunan berdiri rapat dan akses menuju lokasi terbatas.

Kendala lainnya muncul dari ketersediaan sumber air. Petugas pemadam kebakaran harus memastikan pasokan air tetap tersedia selama proses pemadaman berlangsung.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan kondisi tersebut menunjukkan perlunya penataan sistem penanganan kebakaran di wilayah yang memiliki karakteristik berbeda-beda.

Menurutnya, pemerintah tidak cukup hanya mengandalkan armada pemadam. Ketersediaan sumber air di sekitar permukiman juga perlu dipastikan agar proses penanganan tidak terhambat ketika kebakaran terjadi.

Karena itu, pemerintah daerah akan melakukan pemetaan terhadap kawasan yang sulit dijangkau kendaraan pemadam sekaligus mengidentifikasi kebutuhan masing-masing lingkungan.

“Kita memastikan ketersediaan air di setiap sudut-sudut tempat yang sulit untuk dijangkau oleh kendaraan dan mapping atau sistem pengairan untuk mengatasi ketika terjadi bencana kebakaran seperti ini,” ujar Aulia saat meninjau lokasi kebakaran, Kamis (8/10/2026).

Ia menegaskan, kebutuhan penanganan kebakaran tidak dapat disamaratakan antara satu RT dengan RT lainnya. Kondisi geografis, kepadatan bangunan hingga akses jalan menjadi pertimbangan dalam menentukan bentuk intervensi.

Pemkab Kukar juga membuka peluang pemanfaatan dana RT untuk mendukung kebutuhan tersebut. Anggaran itu dapat diarahkan pada kebutuhan yang dinilai paling mendesak di masing-masing wilayah.

Aulia memastikan dana RT pada tahun depan tetap dipertahankan. Pemanfaatannya akan disesuaikan dengan kebutuhan dan persoalan yang dihadapi masyarakat di tingkat lingkungan.

“Kita berada dalam komitmen bahwa dana RT tahun depan itu tidak kita kurangi,” katanya.

Ia menambahkan, jika persoalan ketersediaan air di suatu wilayah dapat ditangani melalui dana RT, pemerintah akan mengoptimalkan skema tersebut. Dengan begitu, penguatan sistem pencegahan dan penanganan kebakaran dapat dilakukan lebih dekat dengan permukiman warga.

“Jadi, kebutuhan masing-masing RT tidaklah sama, nanti kita akan lihat, kalau misalnya ini bisa ditangani dengan dana RT, maka kita akan coba optimalkan pembiayaan kita di dana RT untuk mengatasi permasalahan seperti ini,” pungkasnya. (Adv)

Penulis: Hanafi

Editor: Tio Andriano

Loading

Kalimantan TV

Kalimantantv.net Merupakan portal berita yang memberiakan informasi akurat dan terpercaya, Seputarnusantara.net tidak hanya menerbitkan portal berita online, kami juga menerbitkan buletin / tabloid mingguan yang kami rangkum dalam waktu 1 minggu terakhir.

Artikel lainnya :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CAPTCHA


Back to top button