CABOR ORADO KALTIM SIAP GEBRAK PORPROV 2026 PAKAI DANA GOTONG ROYONG

SAMARINDA – Federasi Olahraga Domino Nasional (Orado) Kalimantan Timur membuktikan keseriusannya untuk menyukseskan debut mereka pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim 2026.
Pataka Orado Kaltim dikibarkan di gedung Koni Kaltim (Foto: KTV)
Meski baru akan tampil sebagai cabang olahraga (cabor) eksibisi tanpa perebutan medali resmi, Orado Kaltim memilih mandiri dengan menerapkan sistem pembiayaan gotong royong antar-pengurus daerah.
Langkah urunan ini disepakati oleh Pengprov Orado Kaltim bersama 10 Pengurus Cabang (Pengcab) kabupaten/kota. Strategi patungan ini diambil untuk menyiasati status Orado yang masih baru di bawah naungan KONI Kaltim, sekaligus membangun fondasi organisasi yang solid sejak awal.
Soliditas 10 Kabupaten/Kota Jadi Fondasi
Keputusan penting ini diambil tepat setelah Orado resmi disahkan bergabung dengan KONI Kaltim dalam rapat pleno yang berlangsung di Ruang Rapat KONI Kaltim, Senin (5/10/2026). Ketua Pengprov Orado Kaltim, Muhammad Awaluddin, menegaskan bahwa beban pembiayaan sengaja dibagi rata demi kepentingan bersama.
“Karena kami cabor baru di KONI Kaltim, 10 kabupaten/kota sudah terbentuk Pengcab-Pengcabnya. Kami sepakat urunan semua. Beban ini kita bagi semua Pengcab bersama dengan Pemprov,” ungkap Awaluddin.
Hebatnya, sejak awal dibentuk, kepengurusan Orado tidak hanya berpusat di ibu kota provinsi, melainkan sudah langsung tersebar merata di seluruh 10 kabupaten/kota se-Kaltim.
Inklusif Tanpa Batas Usia, Siapkan 64 Slot Pertandingan
Pada Porprov Kaltim 2026 nanti, domino akan mempertandingkan dua kategori utama. Yakni Nomor Berpasangan dengan menyediakan kuota untuk 32 pasangan. Berikutnya adalah kategori Nomor Perorangan (Single) dengan menyediakan slot untuk 32 atlet.
Sekretaris Umum Orado Kaltim, Muhammad Nur Halil, menyebutkan bahwa tiap Pengcab diperkirakan bakal mengirimkan kontingen berisi 8 hingga 10 atlet.
Selain itu, Nur Halil menekankan bahwa cabor domino ini sangat inklusif karena tidak menerapkan batasan usia maksimal yang ketat. “Kalau di Orado usia atlet tidak terbatas. Selama dia masih bisa bermain domino, insyaallah masih bisa. Jadi mulai umur 17 tahun ke atas,” jelasnya.
Adopsi Standar Nasional, Incar Mall dan Hotel Berbintang
Meski baru berstatus eksibisi, Orado Kaltim tidak main-main soal kualitas kompetisi. Seluruh regulasi teknis, bagan, hingga Standard Operating Procedure (SOP) laga akan mengacu penuh pada aturan Pengurus Besar (PB) Orado. Perangkat pertandingan seperti wasit pun akan diterbangkan langsung dari pengurus pusat.
Terkait tempat pelaksanaan, Orado Kaltim saat ini sedang menggodok dua opsi venue populer di Samarinda, yakni Hotel Claro atau Big Mall Samarinda.
Dalam waktu dekat, Pengprov Orado Kaltim akan merampungkan daftar final atlet dan mengunci lokasi pertandingan untuk segera dilaporkan ke KONI Kaltim.
(hum/kn)
Penulis : Deny Setyawan
Editor : Tio Andriano
![]()