KALTIMKukarKutai KartanegaraNews

PEMKAB KUKAR SIAPKAN RSUD AM IDRIS KELOLA KEUANGAN SECARA MANDIRI

Kepala Dinas Kesehatan Kukar, Ismi Mufidah. (Foto: KTV)

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) mendorong perubahan status RSUD Aji Muhammad Idris di Kecamatan Muara Badak menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Langkah ini ditujukan untuk memperkuat kemandirian pengelolaan keuangan sekaligus mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kukar, Ismi Mufidah, mengatakan status BLUD akan memberikan keleluasaan bagi rumah sakit dalam mengelola pendapatan untuk memenuhi kebutuhan operasional dan pengembangan layanan.

Saat ini, pembiayaan operasional RSUD Aji Muhammad Idris masih bergantung pada subsidi dari anggaran pemerintah kabupaten. Sementara itu, kebutuhan rumah sakit terus berkembang seiring dengan upaya meningkatkan akses pelayanan kesehatan di wilayah pesisir Kukar.

“Kami ingin secepatnya statusnya berubah menjadi BLUD. Selama belum BLUD, pembiayaannya masih kita subsidi dari anggaran kabupaten. Padahal kebutuhannya terus bertambah,” ujar Ismi.

Selain mendorong perubahan status kelembagaan, Pemkab Kukar juga berupaya melengkapi tenaga medis spesialis secara bertahap. Saat ini, rumah sakit tersebut telah memiliki dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis anak melalui kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Ke depan, penambahan dokter spesialis ortopedi dan paru turut direncanakan untuk memperluas cakupan pelayanan medis bagi masyarakat.

Pengembangan rumah sakit juga didukung pendampingan dari RSUD Aji Muhammad Parikesit Tenggarong. Pendampingan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan mutu pelayanan serta memperkuat kemampuan rumah sakit dalam menangani kebutuhan pasien.

Keberadaan RSUD Aji Muhammad Idris menjadi salah satu penopang pelayanan kesehatan bagi masyarakat Muara Badak dan Marang Kayu. Sebelumnya, warga di kedua wilayah tersebut harus menempuh perjalanan lebih jauh menuju Samarinda untuk memperoleh sejumlah layanan medis.

Ismi menegaskan, pengembangan fasilitas dan pelayanan rumah sakit akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.

“Alhamdulillah, warga sekitar sudah sangat terbantu. Mereka tidak perlu lagi jauh-jauh ke kota besar. Tapi tentu pengembangannya masih akan berjalan perlahan, disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah kita,” tutupnya.

Perubahan menuju BLUD diharapkan menjadi salah satu langkah untuk memperkuat pengelolaan RSUD Aji Muhammad Idris agar lebih fleksibel dalam memenuhi kebutuhan layanan, tanpa mengabaikan keberlanjutan pembiayaan dan kepentingan masyarakat. (Adv/Diskominfo Kukar)

Penulis: Pradika Danang

Editor: Tio Andriano

Loading

Kalimantan TV

Kalimantantv.net Merupakan portal berita yang memberiakan informasi akurat dan terpercaya, Seputarnusantara.net tidak hanya menerbitkan portal berita online, kami juga menerbitkan buletin / tabloid mingguan yang kami rangkum dalam waktu 1 minggu terakhir.

Artikel lainnya :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CAPTCHA


Back to top button