
Samarinda, Kalimantantv.net – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalimantan Timur terus mendorong pembangunan infrastruktur perhubungan sungai untuk mendukung kelancaran distribusi logistik, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sekaligus memperkuat aspek keselamatan pelayaran. Hal itu disampaikan Fitra Fernanda, yang menegaskan bahwa pembangunan dermaga di sejumlah titik strategis telah masuk dalam prioritas lima tahun ke depan.
Fitra menjelaskan bahwa fasilitas tambat tongkang menjadi kebutuhan mendesak, terutama di kawasan Sungai Lai dan Sungai Kunjang. Selama ini, banyak tongkang masih berlabuh di tengah sungai sehingga mengganggu alur pelayaran dan meningkatkan risiko kecelakaan.
“Jangan sampai pembangunan tidak menjawab kebutuhan lapangan. Karena itu semua perencanaan dilakukan bersama tim teknis agar tepat sasaran,” ujarnya.
Dua lokasi, yakni di Sungai Kunjang dan Sungai Lai, ditargetkan dapat dimanfaatkan pada 2027. Nantinya, tongkang batubara tidak perlu lagi berhenti di tengah alur pelayaran sebelum keluar dari kolong jembatan. “Mudah-mudahan 2027 sudah bisa digunakan. Dua titik ini akan mengurangi potensi gangguan navigasi,” jelasnya.
Selain itu, Dinas PUPR juga menargetkan pembangunan dan rehabilitasi dermaga lain di sejumlah daerah seperti Kutai Barat, Samarinda, dan Penajam Paser Utara. Fitra mengatakan bahwa meski beberapa titik belum diingat secara rinci, secara keseluruhan pemerintah menargetkan seluruh pelabuhan sungai yang memiliki peran penting dalam rantai logistik batubara dan barang lainnya dapat diperkuat dalam lima tahun ini.
Pembangunan fasilitas dermaga juga menjadi strategi untuk meningkatkan PAD melalui pengelolaan tambat dan bongkar muat yang lebih tertata. “Dengan fasilitas yang memadai, aktivitas tambat dan bongkar muat bisa lebih teratur dan memberi pemasukan bagi provinsi,” tambahnya.
Di sisi lain, sejumlah rencana renovasi dermaga yang semula dijadwalkan pada 2026 harus ditunda karena adanya pengurangan anggaran TKD. Beberapa program rehabilitasi pun dialihkan ke tahun berikutnya. Meski demikian, pembangunan tetap berjalan sejalan dengan program Jospol Berat yang menjadi arah kebijakan pemerintah daerah.
Salah satu proyek yang tengah berjalan adalah renovasi dermaga dengan progres fisik lebih dari 80%, meskipun serapan anggaran baru sekitar 60% dari total Rp 2,8 miliar. Proyek ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan PT Tujuh Samudera serta koordinasi intensif bersama Dinas Perhubungan dan KSOP.
“Keselamatan pelayaran tidak bisa dilepaskan dari peran KSOP. Kami terus berkoordinasi agar tidak terjadi lagi insiden tabrakan kapal seperti sebelumnya,” tegas Fitra. Ia berharap kegiatan pemanduan dan penundaan kapal dapat semakin aktif, mengingat intensitas kapal yang melintas di bawah jembatan terus meningkat. (Arf/ADV/Diskominfokaltim)
Penulis : Arief
Editor : Rahman
![]()
