Rendi Tegaskan Efisiensi Anggaran Bukan Kendala Membangun Kukar

Tenggarong, KALTIM – Wakil Bupati Kutai Kartanegara Rendi Solihin menyampaikan kesejumlah awak media usai sholat Jumat (7/11/2025), bahwa pemerintah kabupaten kukar, tengah melakukan penyesuaian dan efisiensi anggaran seiring dengan menurunnya Pendapatan Belanja Daerah (PBD) tahun berjalan.
Rendi bilang, bahwa efisiensi tidak boleh menjadi hambatan dalam pelaksanaan pembangunan, namun harus dimaknai sebagai momentum memperbaiki kinerja dan sistem kerja di lingkungan pemerintah daerah.
“pemkab kukar tidak bisa menghentikan roda pembangunan dengan alasan efisiensi anggaran, atau besar kecilnya anggaran, tetapi bagaimana anggaran itu digunakan secara tepat sasaran. Setiap rupiah yang dikeluarkan harus mampu memberikan dampak nyata bagi warga Kukar,” tutur Rendi
Rendi mengatakan, efisiensi anggaran justru memberi ruang untuk meninjau kembali skala prioritas program serta memastikan setiap belanja daerah memberikan manfaat yang terukur bagi masyarakat kutai kartanegara.
Rendi juga bilang, situasi efisiensi anggaran bukan pertama kali dialami. Pada masa pandemi COVID-19, Pemkab Kukar juga melakukan penataan dan penyesuaian belanja daerah. Dengan perencanaan yang matang, pembangunan tetap berjalan dan pemulihan ekonomi dapat dilakukan secara bertahap.
“kondisi sewaktu covid justru lebih parah, namun kita bisa melewati situasi tersebut dan bisa bangkit lagi. Ketika anggaran menurun, di situlah terlihat kemampuan pemerintah dalam mengelola sumber daya secara efektif dan berkelanjutan,” ujar Rendi.
Rendi mengingatkan, agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus merubah pola pikir yang lebih inovatif. Tidak semata-mata berorientasi pada penyelesaian administrasi semata, tanpa memastikan dampak kebijakan di lapangan. “OPD tidak boleh bekerja hanya untuk melengkapi laporan. Pembangunan tidak boleh berhenti di atas kertas. Hasilnya harus dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Rendi.
Rendi juga menekankan penyempurnaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kukar Idaman Terbaik, sebagai pedoman pelaksanaan 17 program dedikasi Kukar dalam lima tahun ke depan. Penyusunan RPJMD tersebut ditargetkan rampung sebelum akhir tahun, sehingga OPD dapat mulai menjalankan program prioritas 2026.
Rendi mengingatkan seluruh OPD, bahwa efisiensi bukan berarti mengurangi kualitas pelayanan publik, melainkan mendorong ketepatan pelaksanaan program serta peningkatan efektivitas, dengan cara bekerja kolaboratif. (*/adv)
Penulis : Arief
Editor : Rahman
![]()
