
Kalimantantv.net – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau menilai langkah Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam mendorong Geopark Sangkulirang-Mangkalihat menuju status Geopark Nasional akan membawa dampak besar bagi daerah. Upaya ini diyakini mampu memperkuat sektor pariwisata, menjaga kelestarian lingkungan, serta meningkatkan keterlibatan masyarakat lokal dalam pengelolaan kawasan.
Kepala Disbudpar Berau menjelaskan bahwa sejumlah geosite di wilayah Berau sudah lama dikembangkan sebagai destinasi unggulan. Menurutnya, status Geopark Nasional akan semakin memperkuat citra kawasan sekaligus menambah perhatian terhadap aspek konservasi dan budaya masyarakat sekitar.
“Kami tentu menyambut baik inisiatif dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk meningkatkan status Geopark Sangkulirang-Mangkalihat menjadi Geopark Nasional. Ini akan memperkuat branding kawasan, menjaga keberlanjutan lingkungan, serta melibatkan masyarakat dalam menjaga budaya dan potensi yang ada di sekitar geosite,” ucap Kepala Disbudpar Berau.
Dari total 26 geosite yang diusulkan, sebanyak 15 di antaranya berada di Kabupaten Berau. Lokasi-lokasi tersebut sebagian besar telah berkembang menjadi destinasi wisata yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat maupun pemerintah daerah.
“Sebagian besar geosite di Berau sudah berkembang menjadi objek wisata. Bahkan Labuan Cermin saat ini menjadi salah satu destinasi yang memberikan kontribusi terbesar terhadap pendapatan sektor pariwisata daerah,” katanya.
Selain Labuan Cermin, terdapat pula destinasi lain seperti Sumber Air Panas Pemapak dan kawasan wisata di Kepulauan Maratua. Namun, beberapa lokasi seperti Pulau Kakaban masih memerlukan sinergi lintas sektor karena pengelolaannya berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Untuk memperkuat pengembangan kawasan geopark, Disbudpar Berau juga bekerja sama dengan Pusat Studi Pariwisata Universitas Gadjah Mada (Puspar UGM). Kajian ini dilakukan agar strategi pengembangan wisata tetap memperhatikan aspek konservasi dan budaya masyarakat setempat.
“Kami ingin pengembangan wisata berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan dan budaya. Karena itu kami bekerja sama dengan Puspar UGM untuk mengkaji bagaimana geosite-geosite ini dapat berkembang secara berkelanjutan tanpa menghilangkan nilai konservasi dan kearifan lokal yang ada,” jelas Kepala Disbudpar Berau.
Melalui kolaborasi tersebut, Disbudpar Berau berharap Geopark Sangkulirang-Mangkalihat dapat menjadi motor penggerak ekonomi hijau sekaligus memperkuat posisi Kalimantan Timur sebagai destinasi wisata berbasis alam, budaya, dan konservasi di tingkat nasional maupun internasional. (ist)
Penulis : Arief
Editor : Deny Setyawan
![]()





