
Samarinda, Kalimantantv.net — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menegaskan kesiapan untuk memperluas kolaborasi global sebagai strategi menghadapi transformasi ekonomi dan percepatan pembangunan daerah. Langkah ini sejalan dengan meningkatnya minat investor internasional, terutama pada sektor energi hijau dan hilirisasi sumber daya alam.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim, Fahmi Prima Laksana, menyampaikan bahwa Kaltim kini memasuki era baru investasi yang lebih terbuka dan kompetitif. Kehadiran investor dari berbagai negara, termasuk China, Korea Selatan, dan Uni Eropa, memperkuat posisi Kaltim sebagai pusat ekonomi terdepan di kawasan timur Indonesia.
“Kaltim tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi global adalah keniscayaan untuk mendorong percepatan industri hijau dan penguatan hilirisasi. Kita siap membuka pintu seluas-luasnya bagi kemitraan internasional yang membawa nilai tambah bagi daerah,” ujar Fahmi
Realisasi investasi Kaltim yang mencapai Rp70,43 triliun menjadi bukti bahwa provinsi ini semakin dilirik dunia. Investor China menjadi kontributor terbesar, terutama pada proyek-proyek berbasis energi terbarukan dan pengolahan mineral kritis dua sektor yang menjadi pondasi ekonomi masa depan.
Fahmi menegaskan bahwa tren ini menunjukkan kepercayaan global terhadap arah pembangunan Kaltim. “Kepercayaan investor semakin kuat. Ini momentum bagi kita untuk memperluas jejaring internasional dan memperkuat kerja sama lintas negara,” tambahnya.
Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) mendorong meningkatnya arus kunjungan dari negara-negara mitra yang ingin menjajaki peluang kolaborasi. Keberadaan IKN membuka ruang dialog ekonomi yang lebih intens, termasuk kerja sama teknologi, pendidikan vokasi, energi, dan pembangunan infrastruktur.
Kaltim memanfaatkan peluang ini untuk menghubungkan kebutuhan pembangunan daerah dengan kapasitas investor global.
“IKN membuat Kaltim berada di panggung internasional. Banyak negara menawarkan kolaborasi, dan kita sambut peluang itu dengan selektif dan strategis,” kata Fahmi.
Pemprov Kaltim menegaskan bahwa setiap investasi dan kerja sama global harus membawa manfaat jangka panjang, baik untuk industri lokal maupun masyarakat.
Pemerintah memastikan fokus utama tetap pada:
– transfer teknologi,
– penyerapan tenaga kerja lokal,
– kemitraan UMKM,
– dan penguatan ekonomi berkelanjutan.
“Kami ingin investasi tidak hanya besar secara angka, tapi juga besar secara manfaat. Kolaborasi global harus menciptakan dampak ekonomi yang inklusif,” tegasnya.
Selain potensi sumber daya yang melimpah, Kaltim menawarkan stabilitas iklim usaha, kepastian regulasi, dan pelayanan perizinan yang terintegrasi melalui sistem digital.
DPMPTSP memastikan seluruh investor mendapat pendampingan dari tahap perencanaan hingga operasional. Pemerintah juga terus memperbaiki tata kelola perizinan, penyediaan lahan, dan kesiapan tenaga kerja.
“Kami siap menjadi mitra yang terpercaya bagi negara mana pun yang ingin berkolaborasi. Kaltim terbuka, adaptif, dan fokus pada masa depan,” tutupnya.(Arf/ADV/Diskominfokaltim)
Penulis : Arief
Editor : Rahman
![]()
