KALTIMSamarinda

Siap kurangi 500 ton sampah per hari, Andi Harun Hadirkan 10 TPS Modern Ramah Lingkungan Kota

Kalimantantv.net – Pemerintah Kota Samarinda terus berinovasi dalam penanganan sampah dengan menghadirkan 10 Tempat Pembuangan Sementara (TPS) modern yang dilengkapi insinerator ramah lingkungan. Walikota Samarinda Andi Harun meninjau langsung fasilitas di Kelurahan Baqa, Kecamatan Samarinda Seberang, yang menggunakan teknologi pembakaran tanpa cerobong asap. Kehadiran insinerator ini diharapkan mampu mengurangi timbulan sampah sekaligus menjaga estetika kota.

Andi Harun menjelaskan bahwa insinerator yang dibangun memiliki sistem filterisasi air sehingga tidak menimbulkan polusi udara. “Insinerator ini tidak mengeluarkan asap ke udara, tapi disalurkan ke bawah melalui proses filterisasi air. Airnya pun kita pastikan memenuhi baku mutu sebelum dilepas,” ujarnya. Teknologi ini diyakini lebih aman dan ramah lingkungan dibanding metode konvensional.

Menurut Andi, penanganan sampah tidak hanya berfokus pada pengurangan volume, tetapi juga harus memperhatikan aspek lingkungan dan keindahan kota. Ia menegaskan bahwa 10 unit insinerator tersebut sudah siap secara fungsional dan hanya menunggu penyelesaian minor seperti penataan taman serta administrasi sebelum beroperasi penuh.

Dengan kapasitas 20 ton per delapan jam, satu unit insinerator mampu mengolah hingga 60 ton sampah per hari jika dijalankan dalam tiga shift. Secara keseluruhan, 10 unit ini berpotensi mereduksi hingga 600 ton sampah per hari di Samarinda. “Insya Allah Mei atau sebelum Juni 2026 ini sudah beroperasi,” tambah Andi.

Langkah ini sejalan dengan tren nasional, di mana sejumlah kota besar seperti Surabaya, Solo, dan Jakarta telah lebih dulu mengoperasikan fasilitas pengolahan sampah berbasis termal. Samarinda menjadi salah satu daerah yang ikut berinovasi dengan teknologi modern untuk mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan.

Selain itu, Pemkot juga menyiapkan opsi lanjutan berupa pengolahan sampah skala besar berbasis energi atau waste to energy di kawasan TPA Sambutan. Andi menegaskan bahwa pola kerja sama akan berbasis business to business dengan melibatkan pihak swasta agar tidak membebani APBD.

Residu hasil pembakaran pun tidak akan terbuang sia-sia. Abu insinerator akan dimanfaatkan kembali menjadi produk bernilai guna seperti paving block atau bahan bangunan lain. Dengan prinsip efisiensi anggaran, Andi Harun memastikan pembangunan tetap berjalan dengan prioritas yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.(scr)

Penulis : Suci
Editor : Arief

Loading

Kalimantan TV

Kalimantantv.net Merupakan portal berita yang memberiakan informasi akurat dan terpercaya, Seputarnusantara.net tidak hanya menerbitkan portal berita online, kami juga menerbitkan buletin / tabloid mingguan yang kami rangkum dalam waktu 1 minggu terakhir.

Artikel lainnya :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CAPTCHA


Back to top button