
Kalimantantv.net – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur optimis Geopark Sangkulirang-Mangkalihat segera meraih status Geopark Nasional. Kawasan yang membentang di Kabupaten Berau dan Kutai Timur ini kini memasuki tahap verifikasi lapangan oleh Tim Verifikasi Geopark Nasional (TVGN). Langkah ini menjadi pintu menuju pengakuan internasional sebagai UNESCO Global Geopark.
Kepala Bidang Geologi dan Air Tanah Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Timur, Puji, menyampaikan bahwa seluruh dokumen pengusulan telah diserahkan ke pemerintah pusat sesuai prosedur. Saat ini, proses penetapan tinggal menunggu hasil verifikasi lapangan.
“Geopark Sangkulirang-Mangkalihat bukan hanya aset Kalimantan Timur, tetapi merupakan warisan yang memiliki nilai penting untuk dijaga bersama. Karena itu, seluruh pihak perlu bergerak dalam satu visi untuk mendukung proses verifikasi hingga target menuju UNESCO Global Geopark dapat terwujud,” ucap Puji.

Kawasan geopark ini memiliki luas lebih dari dua juta hektare dengan 26 situs warisan geologi, 13 situs keanekaragaman hayati, serta tujuh situs budaya. Puluhan kecamatan dan desa di Berau maupun Kutai Timur masuk dalam cakupan wilayah tersebut.
Selain menyimpan kekayaan alam, kawasan geopark juga menjadi ruang aktivitas ekonomi seperti kehutanan, perkebunan, dan pertambangan. Hal ini membuat pengelolaan geopark membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar pembangunan tetap selaras dengan prinsip konservasi.
Puji menambahkan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan Dokumen Rencana Induk Geopark Sangkulirang-Mangkalihat Tahun 2024–2034 sebagai pedoman pengelolaan jangka panjang.
“Penetapan geopark bukan hanya berbicara tentang pelestarian kawasan, tetapi juga bagaimana menghadirkan manfaat ekonomi, sosial, pendidikan, dan pariwisata bagi masyarakat yang berada di dalam kawasan tersebut,” jelas Puji.
Ia menegaskan bahwa sosialisasi lebih masif diperlukan agar masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan komunitas memiliki persepsi yang sama. Dengan begitu, Geopark Sangkulirang-Mangkalihat dapat menjadi motor penggerak ekonomi hijau sekaligus memperkuat posisi Kalimantan Timur di tingkat nasional maupun internasional. (ist)
Penulis : Arief
Editor : Deny Setyawan
![]()





