REGENERASI PETANI DI KUKAR, RIBUAN ANAK MUDA MULAI GARAP SEKTOR PANGAN

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Distanak Kukar, Muhammad Rifani. (Foto: KTV)
TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong keterlibatan generasi muda untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, jumlah petani milenial di wilayah tersebut tercatat mencapai 4.587 orang.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Distanak Kukar, Muhammad Rifani, mengatakan para petani muda itu telah tersebar di berbagai kecamatan dengan bidang usaha yang beragam, mulai dari tanaman pangan, hortikultura hingga peternakan.
Menurutnya, keterlibatan generasi muda menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan sektor pertanian tetap berjalan di tengah tantangan regenerasi petani.
“Petani milenial kita terdata ada 4.587 orang. Sektornya bervariasi, mulai dari pertanian padi sawah, hortikultura, hingga peternakan,” ujar Rifani.
Ia menjelaskan, perkembangan teknologi telah membuka peluang bagi anak muda untuk mengembangkan usaha pertanian dengan metode yang lebih modern.
Penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) dinilai dapat membantu mengurangi beban kerja sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan lahan.
Rifani menilai, pertanian tidak lagi semata-mata mengandalkan tenaga fisik.
Pemanfaatan teknologi dan pengelolaan usaha yang tepat dapat menjadi daya tarik bagi generasi muda untuk menekuni sektor tersebut.
“Menjalankan pertanian saat ini tidak sulit. Fasilitas sudah canggih, alsintan untuk mempermudah petani dalam mengelola lahan mereka,” katanya.
Di sisi lain, pengembangan petani muda juga berkaitan erat dengan upaya menjaga ketersediaan bahan pangan.
Ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah berpotensi menjadi persoalan apabila produksi lokal tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Rifani mengingatkan, keberlanjutan pertanian membutuhkan keterlibatan generasi muda agar produksi pangan tetap terjaga. Selain berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan pokok, sektor ini juga dinilai memiliki peluang ekonomi yang dapat dikembangkan sebagai sumber pendapatan.
Meski demikian, usaha pertanian masih menghadapi sejumlah risiko. Serangan hama menjadi salah satu persoalan yang dapat mengancam produktivitas hingga menyebabkan gagal panen. Karena itu, petani dituntut memiliki kemampuan beradaptasi, memahami teknik budidaya, serta menerapkan langkah pengendalian yang sesuai.
“Tantangan terbesar yang sering mereka temui di lapangan adalah serangan hama yang bisa memicu gagal panen,” ungkapnya.
Distanak Kukar, lanjut Rifani, berupaya memberikan dukungan dengan menampung masukan dan mendengarkan kendala yang dihadapi petani. Pendampingan tersebut diharapkan membantu petani mengembangkan usaha sekaligus mendorong lahirnya inovasi di sektor pertanian.
“Kami juga selalu men-support dan mendengar keluhan para petani di Kukar. Kita juga berharap akan banyak lagi petani muda bermunculan,” tuturnya.
Keberadaan 4.587 petani milenial menjadi modal bagi Kukar untuk memperkuat sektor pangan. Namun, peningkatan jumlah petani muda perlu diikuti dukungan yang berkelanjutan, mulai dari akses teknologi, pendampingan, pengendalian hama hingga kepastian pasar, agar pertanian mampu menjadi usaha yang produktif dan menarik bagi generasi berikutnya. (ADV)
Penulis: Pradika Danang
Editor: Tio Andriano
![]()