KALTIMKukarKutai KartanegaraNews

DISDIKBUD KUKAR SIAPKAN BUKU BAHASA KUTAI, SEKOLAH DASAR DAN SMP JADI SASARAN

Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah. (Foto: KTV)

TENGGARONG – Upaya menjaga keberlangsungan Bahasa Kutai mulai diarahkan ke ruang kelas. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menyiapkan bahan ajar muatan lokal untuk memperkenalkan sekaligus memperkuat penguasaan bahasa daerah di kalangan pelajar.

Langkah tersebut dilakukan dengan mencetak buku pembelajaran Bahasa Kutai yang direncanakan untuk didistribusikan ke sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di wilayah Kukar. Buku ini diharapkan menjadi acuan bagi guru dalam menyampaikan materi bahasa daerah secara lebih terarah.

Program tersebut merupakan tindak lanjut Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2026 tentang Pengembangan, Pembinaan, dan Perlindungan Bahasa dan Sastra Kutai. Melalui aturan itu, pelestarian bahasa daerah didorong agar tidak hanya berlangsung di lingkungan keluarga dan masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari proses pendidikan formal.

Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah, mengatakan penyediaan bahan pembelajaran menjadi salah satu langkah awal untuk memperluas penerapan muatan lokal Bahasa Kutai di sekolah.

“Sebagai implementasi Perda Nomor 6 Tahun 2026, kita sudah mencetak buku terkait muatan lokal. Saat ini kita gencarkan di satuan pendidikan dasar dan menengah pertama,” ujarnya saat ditemui di halaman parkir Stadion Rondong Demang.

Menurut Heriansyah, keberhasilan program tersebut tidak cukup hanya dengan menyediakan buku. Ketersediaan tenaga pendidik yang memiliki kemampuan dan memenuhi persyaratan untuk mengajarkan Bahasa Kutai juga menjadi perhatian pemerintah daerah.

Disdikbud Kukar kini mulai memetakan kesiapan guru di masing-masing sekolah. Meski sejumlah satuan pendidikan telah memiliki tenaga pengajar bahasa lokal, kompetensi dan kelayakan mereka tetap perlu dipastikan agar proses pembelajaran berjalan sesuai standar.

“Perlu ada sertifikasi bahwa yang bersangkutan sudah layak dan memiliki kapasitas untuk mengajar Bahasa Kutai,” jelasnya.

Dari sisi pembiayaan, sekolah diarahkan memanfaatkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), termasuk BOS Kabupaten dan BOS Pendidikan, sesuai aturan yang berlaku untuk mendukung kebutuhan pengadaan bahan ajar.

Penerapan muatan lokal ini diharapkan menjadi salah satu cara agar Bahasa Kutai tetap dikenal dan digunakan oleh generasi muda. Tantangannya bukan hanya mengenalkan kosakata, melainkan juga membangun ketertarikan pelajar untuk mempelajari bahasa daerah di tengah perkembangan zaman.

Disdikbud Kukar berharap kehadiran buku pembelajaran dan dukungan tenaga pengajar dapat memperkuat posisi Bahasa Kutai dalam dunia pendidikan, sekaligus menjaga warisan bahasa dan sastra daerah agar tetap hidup di tengah masyarakat. (Adv)

Penulis: Pradika Danang

Editor: Tio Andriano

Loading

Kalimantan TV

Kalimantantv.net Merupakan portal berita yang memberiakan informasi akurat dan terpercaya, Seputarnusantara.net tidak hanya menerbitkan portal berita online, kami juga menerbitkan buletin / tabloid mingguan yang kami rangkum dalam waktu 1 minggu terakhir.

Artikel lainnya :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CAPTCHA


Back to top button