
Samarinda, Kalimantantv.net — Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalimantan Timur kembali menggelar kegiatan strategis untuk mendorong pengembangan kriya dan wastra daerah melalui Sayembara Desain Batik ASN dan Desain Souvenir Kalimantan Timur. Kegiatan ini dikoordinasikan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil dan Menengah (DPPKUKM) Provinsi Kalimantan Timur sebagai bagian dari program resmi Dekranasda.
Kepala DPPKUKM Provinsi Kalimantan Timur, Henni Purwaningsih, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu agenda Dekranasda Kaltim yang bertujuan menggali potensi kreativitas generasi muda dan masyarakat secara luas. “Hari ini merupakan kegiatan Dekranasda Provinsi Kalimantan Timur, dan kami dari dinas bertindak sebagai koordinator pelaksana. Kepala Dinas DPPKUKM juga berperan sebagai Ketua Harian Dekranasda,” ujarnya.
Menurut Henni, sayembara ini dirancang untuk menjaring ide-ide kreatif yang mampu mengangkat kearifan lokal Kalimantan Timur melalui desain. “Kegiatan ini tidak hanya melibatkan peserta dari Kalimantan Timur, tetapi juga terbuka secara nasional. Kami ingin kekayaan budaya dan ikon Kaltim dapat diterjemahkan ke dalam desain batik seragam ASN serta desain souvenir daerah,” jelasnya.
Ia menambahkan, desain terpilih nantinya diharapkan dapat digunakan sebagai seragam resmi Aparatur Sipil Negara Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Sementara itu, desain souvenir akan dimanfaatkan sebagai cenderamata resmi pemerintah daerah. “Souvenir ini diperuntukkan bagi tamu-tamu Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur maupun pada event-event resmi daerah,” kata Henni.
Terkait pemanfaatan karya, Henni menegaskan bahwa desain souvenir pemenang tidak diperjualbelikan secara umum. “Untuk desain yang dihasilkan dalam sayembara ini memang khusus digunakan sebagai souvenir pemerintah. Namun ke depan, tidak menutup kemungkinan akan ada desain lain yang bisa diproduksi massal oleh UMKM dan dipasarkan,”tuturnya.
Antusiasme peserta terhadap kegiatan ini dinilai cukup tinggi. Henni menyebutkan, sebanyak 148 peserta mengikuti kategori desain batik seragam ASN, sementara 51 peserta ambil bagian dalam kategori desain souvenir yang mayoritas berasal dari kalangan mahasiswa. “Seluruh peserta telah melalui beberapa tahapan seleksi, dan hari ini kita memasuki grand final untuk menentukan juara satu hingga harapan tiga di masing-masing kategori,” ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa keaslian karya menjadi syarat utama dalam sayembara ini. “Seluruh karya yang dilombakan harus orisinal, merupakan ide dan motif baru yang diciptakan langsung oleh peserta,” tegas Henni.
Ke depan, hasil desain final akan disempurnakan sesuai catatan dewan juri sebelum diproduksi. “Enam desain finalis, baik batik maupun souvenir, pada prinsipnya menjadi milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Selanjutnya akan dilakukan penyesuaian sebelum masuk tahap produksi,” pungkasnya.(*)
Penulis: Arief
Editor: Rahman
![]()









