Balikpapan

Revitalisasi Pasar Inpres Balikpapan Didorong Pemkot

Balikpapan, Kalimantantv.net – Pemerintah Kota Balikpapan terus berupaya mempercepat proses revitalisasi Pasar Inpres Kebun Sayur, salah satu pusat perdagangan dan destinasi wisata belanja di Balikpapan Barat. Wali Kota Rahmad Masud secara langsung mengusulkan lahan seluas 1,7 hektare untuk mendukung pembangunan pasar tersebut melalui pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Usulan ini disampaikan dalam audiensi bersama Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dr. Budi Santoso, M.Si, di Jakarta. Harapannya, dukungan pemerintah pusat dapat mempercepat transformasi pasar tradisional menjadi lebih modern, tertata, dan representatif.

Dalam pertemuan tersebut, Rahmad Masud menekankan pentingnya revitalisasi pasar sebagai bagian dari wajah kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). “Kami mohon doa untuk seluruh warga Kota Balikpapan semoga ini bisa terwujud,” ujarnya. Menurutnya, keberadaan Pasar Inpres Kebun Sayur bukan hanya sekadar pusat perdagangan, tetapi juga ikon wisata belanja yang kerap dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara. Dukungan dari pemerintah pusat diharapkan mampu menjawab kebutuhan mendesak akan fasilitas pasar yang lebih layak.

Pasar Inpres Kebun Sayur yang berdiri sejak tahun 1980 saat ini menampung 599 pedagang aktif. Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Haemusri Umar, menjelaskan bahwa lahan pasar berstatus clean and clear sehingga siap untuk dilakukan pembangunan. “Lahan pasar seluas 1,7 hektare berstatus clean and clear dan telah beroperasi sejak tahun 1980. Saat ini terdapat 599 pedagang aktif yang menggantungkan mata pencaharian di sana,” ungkapnya. Aktivitas perdagangan di pasar tersebut didominasi oleh penjual souvenir, kerajinan khas daerah, serta peralatan pendukung industri dan pertambangan.

Haemusri menambahkan, perputaran ekonomi di kawasan Pasar Inpres Kebun Sayur diperkirakan mencapai Rp3,421 triliun per tahun. Angka ini menunjukkan betapa strategisnya peran pasar dalam mendukung perekonomian lokal. Namun, kondisi fisik pasar dinilai kurang representatif, dengan fasilitas yang kumuh dan sanitasi yang belum memadai. Padahal, pasar ini sering menjadi lokasi kunjungan pejabat negara, termasuk Wakil Presiden Republik Indonesia, serta wisatawan dari berbagai daerah.

“Secara ekonomi potensinya besar, tetapi dari sisi infrastruktur perlu penataan menyeluruh agar lebih layak, nyaman, dan mencerminkan wajah kota penyangga IKN,” tambah Haemusri. Ia juga menegaskan bahwa para pedagang berharap pembangunan dilakukan langsung oleh pemerintah agar konsep revitalisasi benar-benar terencana dan tidak memberatkan mereka. Hal ini menjadi salah satu poin penting dalam audiensi dengan Kementerian Perdagangan.

Melalui usulan ini, Pemkot Balikpapan berharap revitalisasi Pasar Inpres Kebun Sayur dapat masuk dalam skema pembiayaan pusat. Dengan dukungan APBN, pasar tradisional yang menjadi ikon Balikpapan bisa ditransformasi menjadi lebih modern, bersih, dan tertata. Revitalisasi diharapkan tidak hanya meningkatkan kenyamanan pedagang dan pengunjung, tetapi juga memperkuat posisi Balikpapan sebagai kota penyangga IKN dengan fasilitas perdagangan yang representatif.(*)

Penulis : Suci
Editor : Arief

Loading

Kalimantan TV

Kalimantantv.net Merupakan portal berita yang memberiakan informasi akurat dan terpercaya, Seputarnusantara.net tidak hanya menerbitkan portal berita online, kami juga menerbitkan buletin / tabloid mingguan yang kami rangkum dalam waktu 1 minggu terakhir.

Artikel lainnya :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CAPTCHA


Back to top button