KALTIMKukarKutai KartanegaraNews

DISDIKBUD KUKAR TEKANKAN PENTINGNYA MENANAMKAN NILAI BUDAYA KEPADA GENERASI MUDA

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Kartanegara, Heriansyah. (Istimewa)

TENGGARONG – Pelestarian adat istiadat Kutai dinilai perlu dimulai dari pengenalan budaya kepada anak-anak sejak usia dini. Tidak sekadar mengenal tradisi, generasi muda juga perlu memahami makna dan nilai yang terkandung di balik setiap prosesi adat agar warisan leluhur tetap terjaga.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Heriansyah, mengatakan pendidikan kebudayaan harus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan anak-anak dalam berbagai kegiatan adat.
Menurutnya, kegiatan seperti Erau dapat menjadi ruang pembelajaran langsung bagi generasi muda untuk mengenal tradisi sekaligus memahami identitas masyarakat Kutai.

Ia menilai, pelaksanaan kegiatan budaya tidak seharusnya hanya berorientasi pada seremoni. Lebih dari itu, setiap rangkaian prosesi perlu menjadi sarana untuk menyampaikan nilai-nilai budaya kepada generasi penerus.

“Kalau kita di Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, khususnya, bagaimana Erau itu juga melibatkan anak-anak untuk bisa hadir dalam proses adat dan budaya kita,” ujar Heriansyah.

Ia menjelaskan, kehadiran anak-anak dalam kegiatan adat memberikan kesempatan bagi mereka untuk melihat secara langsung bagaimana tradisi masyarakat dijalankan.

Pengalaman tersebut diharapkan dapat menumbuhkan pemahaman yang lebih kuat dibandingkan hanya menerima penjelasan secara teori.

Heriansyah menegaskan, kecintaan terhadap budaya lokal perlu dibangun melalui pemahaman yang utuh. Anak-anak harus mengetahui alasan suatu prosesi adat dilaksanakan serta nilai yang diwariskan oleh para pendahulu.

“Sehingga dengan mereka paham, mereka bisa mencintai adat dan budayanya. Apa makna di balik prosesi itu tentu harus tersampaikan kepada mereka,” katanya.

Menurutnya, pendidikan kebudayaan juga memiliki peran dalam membentuk karakter generasi muda. Nilai-nilai yang terkandung dalam adat istiadat diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi dapat dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, upaya pelestarian budaya membutuhkan pendekatan yang lebih mendalam daripada sekadar memperkenalkan tradisi kepada masyarakat. Pemahaman tersebut harus tertanam sehingga anak-anak memiliki kesadaran untuk menjaga warisan budaya daerahnya.

“Tidak hanya tersosialisasi, kita harapkan ini terinternalisasi. Sehingga ini menjadi bekal mereka untuk membangun daerah ini kembali,” tegasnya.

Heriansyah berharap kegiatan kebudayaan dapat terus menjadi bagian dari proses pendidikan bagi generasi muda. Keterlibatan anak-anak secara langsung diharapkan memperkuat hubungan mereka dengan sejarah, adat istiadat, dan identitas masyarakat Kutai.

Dengan demikian, keberlanjutan budaya Kutai tidak hanya ditentukan oleh pelaksanaan festival atau upacara adat, tetapi juga oleh keberhasilan menanamkan nilai-nilai budaya kepada generasi penerus sejak dini. (Adv)

Penulis : Pradika Danang

Editor: Tio Andriano

Loading

Kalimantan TV

Kalimantantv.net Merupakan portal berita yang memberiakan informasi akurat dan terpercaya, Seputarnusantara.net tidak hanya menerbitkan portal berita online, kami juga menerbitkan buletin / tabloid mingguan yang kami rangkum dalam waktu 1 minggu terakhir.

Artikel lainnya :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CAPTCHA


Back to top button