
Samarinda,Kalimantantv.net — Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat perannya dalam pengembangan industri kriya dan wastra daerah. Melalui Sayembara Desain Batik yang digelar dengan dukungan anggaran Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Kalimantan Timur, Dekranasda menghadirkan ruang kreatif bagi generasi muda untuk mengekspresikan ide dan inovasi berbasis budaya lokal.
Kegiatan ini bertujuan mengasah talenta muda di bidang desain kriya dan fashion, sekaligus menumbuhkan minat serta apresiasi masyarakat terhadap kekayaan wastra khas Kalimantan Timur. Selain itu, sayembara ini juga diarahkan untuk memperkuat keterlibatan generasi muda dalam ekosistem industri kreatif sebagai bagian dari pengembangan ekonomi daerah.
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur sekaligus Ketua Dewan Juri, Dr. Anda Sriwayuni, MPP, menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki makna strategis bagi keberlanjutan wastra daerah. “Sayembara ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi ruang pembinaan agar talenta muda mampu mengembangkan desain batik yang memiliki identitas kuat dan bernilai ekonomi,” ujarnya.
Sayembara ini terbagi dalam dua kategori, yakni Sayembara Batik ASN Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Sayembara Soekarnet Raskalimantan Timur. Untuk kategori Batik ASN, tercatat sebanyak 148 peserta yang berasal dari beragam latar belakang, mulai dari pelajar, mahasiswa, pelaku usaha, perajin, hingga aparatur sipil negara. Peserta tidak hanya datang dari wilayah Kalimantan Timur, tetapi juga dari berbagai daerah di luar Pulau Kalimantan.
Anggota dewan juri sekaligus Ketua Komite Ekonomi Kreatif Kalimantan Timur, Dr. Erwian Tono, MSI, menilai tingginya partisipasi peserta menjadi indikator besarnya potensi industri kriya daerah. “Antusiasme peserta menunjukkan bahwa batik Kalimantan Timur memiliki daya tarik yang kuat dan peluang untuk dikembangkan lebih luas,” katanya.
Pelaksanaan sayembara dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari pendaftaran dan penyisihan pada 13–30 November 2025, penjurian pada 4–5 Desember 2025, technical meeting finalis pada 7 Desember 2025, hingga proses pembuatan karya pada 8–21 Desember 2025. Puncak kegiatan ditandai dengan Grand Final pada 23 Desember 2025 yang menampilkan enam finalis terbaik di setiap kategori.
Melalui kegiatan ini, Dekranasda Kalimantan Timur berharap dapat melahirkan desainer-desainer muda yang mampu memperkuat identitas wastra daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.(*)
Penulis: Arief
Editor: Rahman
![]()









