Beasiswa Gratispol Hadir Untuk Menambah Dokter Spesialis dan Subspesialis Kaltim

Samarinda, Kalimantantv.net – Kamis pagi, 12 Februari 2026, Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman (FK Unmul) bersama Universitas Lambung Mangkurat (FK ULM) menggelar acara peluncuran bersama program studi spesialis (Sp-1) dan subspesialis (Sp-2). Acara yang berlangsung di Samarinda ini dihadiri langsung oleh Rektor Unmul serta pejabat penting daerah, termasuk Dasmiah. Kehadiran tokoh-tokoh tersebut menandai langkah baru dalam pengembangan pendidikan kedokteran di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.
Dalam pidato pembukaannya, Dasmiah menyampaikan informasi penting terkait program beasiswa Gratispol. Ia menegaskan bahwa meski anggaran pemerintah daerah mengalami penyesuaian, komitmen terhadap pendidikan tetap terjaga. “Anggaran kita 7 triliun dari APBD 21 triliun jadi 14 triliun. Namun, Gaspol pendidikan tidak kurang satu sen pun,” ujarnya. Pernyataan ini sekaligus meluruskan kekhawatiran publik mengenai kemungkinan berkurangnya dana pendidikan akibat pemangkasan anggaran di berbagai SKPD.
Dasmiah menekankan bahwa meski biro kesra mengalami pengurangan anggaran hingga 60 persen, program beasiswa Gratispol tetap aman. Hal ini sesuai pesan rektor agar tidak terjadi fitnah atau kesalahpahaman di masyarakat. Dengan komitmen tersebut, pemerintah daerah memastikan bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas utama, meski sektor lain harus menyesuaikan anggaran.
Dalam kesempatan itu, Dasmiah juga menyampaikan kabar terbaru mengenai pencairan dana beasiswa. Ia menjelaskan bahwa bagian keuangan telah mentransfer sekitar Rp25 miliar untuk mahasiswa baru di Unmul. Dana tersebut diharapkan masuk ke rekening mahasiswa pada sore hari. Informasi ini disampaikan dengan penuh percaya diri, sebagai bukti nyata komitmen pemerintah terhadap keberlangsungan pendidikan tinggi di daerah.
Meski sebagian besar mahasiswa sudah menerima beasiswa, Dasmiah menyebutkan masih ada 117 mahasiswa yang belum mendapatkan bantuan. Hal ini bukan karena dana tidak tersedia, melainkan karena mereka belum mendaftar sesuai prosedur. Pemerintah menegaskan bahwa setiap rupiah yang digunakan harus memiliki dasar hukum dan pertanggungjawaban yang jelas, sesuai aturan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Dasmiah menjelaskan bahwa pemerintah memiliki kewajiban untuk mempertanggungjawabkan setiap penggunaan dana publik. Oleh karena itu, seluruh data penerima beasiswa dapat diakses melalui website resmi Gratispol. Transparansi ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga akuntabilitas dan menghindari penyalahgunaan dana.
Untuk mahasiswa semester 4, 6, dan 8, Dasmiah meminta agar bersabar menunggu proses validasi dan verifikasi data. Proses ini dilakukan oleh Dukcapil Provinsi Kalimantan Timur bekerja sama dengan Dukcapil RI. Hingga saat ini, sudah ada sekitar 25.000 data mahasiswa yang sedang diproses. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa penerima beasiswa benar-benar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dasmiah juga meluruskan rumor yang beredar di media sosial terkait program Gratispol. Ia menegaskan bahwa isu yang menyebutkan adanya masalah besar tidak benar. “Sangat disayangkan karena hanya dua nama yang bermasalah, sementara 29.418 mahasiswa sudah menerima transferan,” ujarnya. Pernyataan ini sekaligus menepis keraguan publik dan memperkuat kepercayaan terhadap program beasiswa.
Pemerintah daerah kembali menekankan aturan utama dalam penerimaan beasiswa Gratispol. Salah satunya adalah syarat kepemilikan KTP Kalimantan Timur. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa beasiswa benar-benar diberikan kepada warga daerah, bukan kepada orang luar yang ingin memanfaatkan program.
Selain syarat domisili, pemerintah juga menetapkan batasan usia untuk setiap jenjang pendidikan. Untuk program S1 maksimal 25 tahun, S2 maksimal 35 tahun, dan S3 maksimal 45 tahun. Sementara itu, untuk guru dan dosen diberikan kelonggaran hingga usia 50 tahun. Ketentuan ini sudah tertuang dalam petunjuk teknis yang dikeluarkan pemerintah daerah.
Dengan adanya aturan tersebut, pemerintah berharap program Gratispol bisa berjalan lebih terarah dan tepat sasaran. Beasiswa ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan di Kalimantan Timur, sekaligus mendorong generasi muda untuk terus berprestasi. Pemerintah menegaskan bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas utama dalam pembangunan daerah.
Acara peluncuran program studi spesialis dan subspesialis di FK Unmul dan FK ULM menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan di Kalimantan. Kehadiran Dasmiah dan rektor Unmul menunjukkan sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam memajukan pendidikan. Dengan komitmen terhadap beasiswa Gratispol, pemerintah memastikan bahwa akses pendidikan tetap terbuka bagi seluruh mahasiswa yang memenuhi syarat.(*)
Penulis : Suci
Editor : Arief
![]()